'Enam tewas' dalam protes di Suriah

Para pengunjuk rasa di kota Homs mengadakan aksi setelah shalat Jumat

Sumber gambar, elvis

Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa di kota Homs mengadakan aksi setelah shalat Jumat

Para saksi mata mengatakan aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota Suriah walaupun pasukan dalam jumlah besar sudah dikerahkan.

Enam orang tewas - lima di Homs dan satu di Hama - seementara seorang pembangkang terkemuka ditahan, demikian menurut sejumlah aktivis HAM.

"Lima jenazah diambil di daerah Bab al-Sibaa [Homs]. Banyak pengunjuk rasa yang luka-luka," kata seorang aktivis kepada kantor berita Reuters.

Riyad Sayf, pembangkang yang pernah dipenjarakan bertahun-tahun atas dakwaan "melemahkan semangat nasional", ditahan.

Di Damaskus, ratusan aparat keamanan yang sebagian besar mengenakan pakaian sipil berjaga-jaga di luar masjid al-Hassan di distrik Midan di pusat kota dan menunggu samapi shalat Jumat berakhir, kata seorang sumber yang bisa dipercaya kepada BBC.

Batu lawan peluru

Beberapa saat setelah shalat Jumat berakhir, para jemaah yang keluar dari masjid meneriakkan slogan-slogan antipemerintah dan turun ke jalan-jalan tidak jauh dari sana.

Mereka kemudian bentrok dengan aparat keamanan, kata sumber tersebut.

Ketika para pengunjuk rasa melempari mereka dengan batu, aparat keamanan membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan peluru tajam, tambahnya.

Lebih dari 500 orang diduga terbunuh dalam tujuh minggu terakhir dalam upaya pemerintah untuk menumpas aksi demonstrasi.

Paling tidak 2.500 orang ditahan dalam operasi pembubaran yang penuh kekerasan, yang oleh Amerika disebut "biadab".

Para pengunjuk rasa sebelumnya bersumpah akan membuat hari Jumat ini "hari perlawanan".

Sementara itu pasukan dan tank-tank ditarik dari kota Deraa di kawasan selatan, tempat kelompok pegiat HAM mengatakan aparat keamanan melakukan "pembantaian" selama 10 hari.