Thailand akan gelar pemilu

PM Thailand, Abhisit Vejjajiva
Keterangan gambar, Partai pimpinan Abhisit Vejjajiva adalah partai terbesar dalam pemerintahan

Parlemen Thailand dijadwalkan akan dibubarkan Selasa besok (10/5) dan pemilihan umum rencananya akan digelar pada 3 Juli mendatang, kata juru bicara pemerintah.

Juru bicara pemerintah Panitan Wattanayagorn mengatakan peraturan pembubaran parlemen telah disetujui oleh raja.

"Raja hari ini menyetujui peraturan untuk membubarkan parlemen dan akan mulai berlaku besok. Pemilihan umum akan diadakan pada 3 Juli," kata Wattanayagorn dalam jumpa pers.

Pemilihan mendatang merupakan pemilu terbesar kedua yang pernah diadakan di Thailand sejak militer melengserkan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dalam perebutan kekuasaan tak berdarah tahun 2006.

Sekutu-sekutu Thaksin memenangkan pemilihan umum pertama pasca kudeta pada 2007 tetapi partai berkuasa dan banyak wakilnya di parlemen akhirnya dilarang berberpolitik berdasarkan keputusan pengadilan.

Partai Demokrat pimpinan Abhisit Vejjajiva membentuk pemerintahan koalisi setelah partai berkuasa dibubarkan pada Desember 2008.

Demonstrasi antipemerintah kemudian menggoyang pemerintah dan melumpuhkan sebagian kota Bangkok tahun lalu. Mereka menuduh pemerintah pimpinan Perdana Menteri

Abhisit Vejjajiva tidak mempunyai legitimasi dan menuntut pemilihan baru.

Sekitar 90 orang terbunuh dalam kebuntuan antara pihak berwenang dan demonstran yang berlangsung selama 10 pekan. Aksi itu berakhir pada 19 Mei ketika pasukan keamanan membersihkan pengunjuk rasa "kaos merah" dari jalan-jalan.

Pemilu mendatang akan menjadi ujian pemilihan pertama bagi pemerintahan Abhisit Vejjajiva yang naik ke kekuasaan melalui pemilihan tiga tahun lalu. Para penentangnya menuduh perdana menteri sebagai boneka militer.