Direktur IMF menjalani tes medis

Sumber gambar, AFP
Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn menyetujui untuk menjalani tes medis terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang pelayan hotel di New York.
Strauss-Kahn sebenarnya dijadwalkan menghadiri sidang pada hari Minggu (15/5) namun kemudian sidang diundur hingga Senin (16/5) agar tes bisa dilakukan.
Petinggi IMF berusia 62 tahun itu ditangkap hari Sabtu lalu, di dalam pesawat Air France yang akan membawanya ke Paris, Prancis.
Seharusnya, dia akan mengadakan pertemuan dengan para menteri keuangan Uni Eropa untuk membahas bantuan keuangan bagi Portugal dan Yunani.
Politisi kawakan Prancis itu sempat ditahan semalam di kantor kepolisian New York wilayah Harlem.
Kuasa hukumnya William Taylor mengatakan kliennya itu memang menyetujui dilakukannya tes medis dan forensik.
Sedangkan kuasa hukumnya yang lain Benjamin Brafman mengatakan Strauss-Kahn akan membela diri dari semua tuduhan dan menyangkal telah melakukan kejahatan.
Sementara istrinya yang juga bintang televisi Prancis Anne Sinclair tidak percaya suaminya melakukan pelecehan seksual.
"Saya tidak percaya atas tuduhan yang dilayangkan pada suami saya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan ke AFP.
Penangkapan Strauss-Kahn diawali laporan seorang perempuan berusia 32 tahun yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah hotel di Manhattan, New York.
Perempuan itu mengaku mengalami pelecehan seksual yang dilakukan seorang tamu yang menginap di kamar mewah bertarif US$3.000 semalam.
Setelah ditelusuri tamu itu adalah Dominique Strauss-Kahn dan polisi New York langsung melakukan penangkapan.
Strauss-Kahn diperkirakan bakal maju dalam pemilihan presiden Prancis tahun depan. Namanya kini memimpin di berbagai jajak pendapat di negeri mode itu.
Namun, kasus pelecehan seksual ini diduga akan merusak kesempatannya menjadi salah satu kandidat kuat pemilihan presiden.





























