Menteri perminyakan tinggalkan Libia

Menteri Perminyakan Libia Shukri Ghanem

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Menteri Perminyakan Libia Shukri Ghanem dikabarkan pergi ke salah satu negara Eropa.

Menteri Perminyakan Libia, Shukri Ghanem telah keluar dari negaranya, ditengah laporan yang menyebutkan dia tak lagi mendukung pemerintah Gaddafi.

Pejabat Tunisia mengatakan Ghanem menyebrang ke Tunisia melalui jalan darat sebelum pergi ke Pulau Djerba.

"Shukri Ghanem telah meninggalkan Libia," kata seorang pejabat Tunisia kepada Kantor Berita AFP.

Pejabat itu juga mengatakan Ghanem menuju sebuah hotel di Djerba, tetapi "tidak berupaya melakukan kontak dengan otoritas Tunisia."

Juru bicara pemberontak Libia kepada BBC mengatakan menteri perminyakan telah mengalihkan dukungan dari pemerintah dan dalam perjalanan menuju negara Eropa.

Juru bicara Pemberontak Dewan Transisi Nasional yang berbasis di Inggris, Jumaa el Gamaty mengatakan kepada BBC, : "Shukri Ghanem telah menyebrang (dari pemerintah). Saya pikir seperti pembicaraan kami, dia dalam perjalanan menuju negara Eropa."

Pemerintah Libia mengatakan Ghanem memiliki urusan bisnis di Tunisia, tetapi Tripoli telah kehilangan kontak dengannya.

Wartawan BBC di Tripoli, Andrew North, telah mendapatkan konfirmasi mengenai sikap Ghanem yang tidak lagi mendukung pemerintah.

Dia merupakan tokoh penting yang melarikan diri dari Libia, setelah Menteri Luar Negeri Moussa Koussa terbang ke Inggris pada Maret lalu.

Juru bicara Pemerintah Libia Moussa Ibrahim mengatakan telah kehilangan kontak dengan Ghanem.

Kepada koran New York Times, Ibrahim mengatakan pemerintah memerangi pemberontak "tidak tergantung kepada individu, meski mereka merupakan pejabat tinggi".

Sejak terjadinya pemberontakan terhadap pemerintah Kolonel Gaddafi Februari lalu, sejumlah pejabat senior telah meninggalkan Libia, antara lain Menteri Luar Negeri

Moussa Koussa, Menteri Dalam Negeri Abdul Fattah Younis, Menteri Kehakiman Mustafa Abdel Jalil, dan sejumlah duta besar.

Tuduhan kriminal perang

Selain menjabat menteri perminyakan Ghanem merupakan Pimpinan Perusahaan Minyak Nasional Libia.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah Kepala Jaksa untuk Pengadilan Kriminal Internasional ICC mengumumkan tengah berupaya untuk menangkap Kolonel Gaddafi dan dua orang tokoh senior atas tuduhan kejahatan perang.

Luis Moreno-Ocampo mengatakan pemimpin Libia, anaknya Saif al-Islam, dan Kepala Intelejen Abdullah al-Sanussi bertanggungjawab atas penyerangan yang meluas dan sistematis kepada masyarakat sipil.

Bagaimanapun, Hakim ICC masih harus memutuskan apakah akan menerbitkan surat perintah penahanan.

Pemerintah negara-negara barat mengharapkan investigasi ICC terhadap pejabat Libia - bersamaan dengan tindakan Nato - kemungkinan akan lebih menekan pejabat pemerintah Libia untuk menyerahkan Kolonel Gaddafi.

Nato menyerang pasukan pemerintah Libia dengan mandat yang diberikan oleh PBB untuk melindungi masyarakat sipil.

Beberapa waktu terakhir ini, Nato menyerang gudang logistik dan markas militer di Tripoli.