Mahkamah internasional akan tangkap Kolonel Gaddafi

Kolonel Gaddafi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Foto terbaru Kolonel Gaddafi yang diduga diambil tanggal 11 Mei ketika menemui sejumlah pejabat

Jaksa di Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) berkeinginan untuk menangkap pemimpin Libia, Muammar Gaddafi, dan dua lainnya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Luis Moreno-Ocampo mengatakan Kolonel Gaddafi, putranya Saif al-Islam, dan kepala intelijen Abdullah al-Sanusi memikul tanggung terbesar atas "serangan luas dan sistematis" terhadap warga sipil.

Para hakim ICC masih belum memutuskan apakah akan mengeluarkan surat perintah penangkapan mereka atau tidak.

Pemerintah Libia mengatakan pihaknya akan mengabaikdan pengumuman itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Khalid Kaim mengatakan mahkamah adalah "piaraan Uni Eropa yang ditujukan pada para pemimpin dan politisi Afrika" dan cara kerjanya "dipertanyakan".

Libia tidak mengakui keberadaan atau yurisdiksinya seperti halnya sebagian besar negara Afika dan Amerika Serikat dan akan mengabaikan pengumuman tersebut, tambahnya.

'Tangung jawab kejahatan terbesar'

Sebelumnya, kantor Moreno-Ocampo mengatakan setelah meneliti lebih 1.200 dokumen dan 50 wawancara dengan orang-orang penting dan para saksi mata, dia akan meminta agar Dewan Praperadilan ICC menerbitkan surat perintah penangkapan.

Ketiga orang itu dicurigai melakukan dua kategori kejahatan terhadap kemanusiaan --yaitu pembunuhan dan penganiayaan-- berdasarkan Statuta Roma yang mendasari pembentukan ICC.

Dakwaan-dakwaan itu mencakup hari-hari menyusul permulaan aksi protes antipemerintah pada tanggal 15 Februari 2011.

Luis Moreno-Ocampo

Sumber gambar, Reuters (audio)

Keterangan gambar, Luis Moreno-Ocampo akan memohon penerbitan surat perintah penangkapan Kolonel Gaddafi

"Bukti menunjukkan bahwa pasukan keamanan Libia melakukan serangan di mana-mana dan sistematis terhadao penduduk sipil serta memberikan indikasi kuat mengenai orang yang memikul tanggung jawab terbesar atas kejahatan tersebut," kata satu pernyataan dari kantor jaksa ICC.

"Selain itu, ada informasi relevan mengenai dugaan perintah melakukan kejahatan perang begitu situasi berkembang menjadi konflik bersenjata. Kantor jaksa akan mengevaluasi kejahatan-kejahatan itu dengan standar serupa khususnya tuduhan pemerkosaan dan serangan orang Afrika sub-Sahara yang secara keliru dianggap sebagai tentara bayaran."

Penyelidikan yang dilakukan oleh Dewan HAM PBB menurut rencana akan menyerahkan laporan mengenai dugaan kejahatan perang kepada Dewan Keamanan pada 7 Juni.

Permberlakuan perintah penangkapan itu akan dikaitkan dengan penumpasan pengunjuk rasa oleh pemerintah Kol Gaddafi. Antara 500 sampai 700 orang diduga terbunuh pada bulan Februari saja.