AS dan Uni Eropa bahas sanksi Suriah

Sumber gambar, AP
AS dan Uni Eropa berupaya untuk memberikan tekanan kepada Suriah menyusul kekerasan terhadap demonstran yang melancarkan protes anti pemerintah.
"Kami akan mengambil langkah lanjutan dalam beberapa hari kedepan," kata Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, setelah bertemu dengan diplomat Uni Eropa Catherine Ashton.
AS dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah anggota kabinet pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Bagaimanapun, Damaskus membantah laporan yang menyebutkan penemuan setidaknya satu kuburan massal di di selatan kota Deraa.
Laporan itu "tidak benar" dan bagian dari sebuah "kampanye untuk menghasut," kata menteri dalam negeri Suriah.
Aktivis internet yang menginginkan perubahan di Suriah telah menyerukan pemogokan nasional pada Rabu, meskipun tidak jelas berapa banyak dukungan terhadap mereka.
Clinton bertemu dengan Baroness Ashton di Washintonpada Selasa, dan mengumumkan peringatan baru bagi pemimpin Rusia.
"Presiden Assad berbicara tentang perubahan tetapi tindakan brutal yang dilakukannya menunjukan tujuan sebenarnya," kata dia.
Tanpa menyebutkan secara detail, Baroness Ashton mengatakan: "Akan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan pada beberapa jam dan beberapa hari mendatang yang akan anda lihat."
"Jika Pemerintah (Suriah) benar-benar menginginkan perubahan, yang terus disampaikan kepada kita- itu harus dilakukan sekarang," kata dia.
Clinton dan Baroness Ashton menolak untuk mengatakan sedakan seperti apa yang akan diambil terhadap Damaskus.
Kerusuhan di Suriah, terjadi sejak sekitar dua bulan yang lalu dimulai pada pertengahan Maret di Kota Deraa.
Kota itu menjadi pusat kerusuhan setelah pasukan keamanan melakukan operasi besar untuk membubarkan pada demonstran. Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan orang ditahan.
Selasa lalu (17/5), Menteri dalam negeri Suriah mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap lima jenazah yang ditemukan pada Minggu di wilayah Bahar, di Deraa.
Tetapi, membantah adanya kuburan massal dengan menyebutkan itu merupakan kampanye hasutan dan tuduhan palsu yang dilancarkan oleh media internasional.
Organisasi HAM Suriah mengatakan 24 jenazah ditemukan di kuburan massal, dan para korban termasuk seorang pria berusia 62 tahun, empat anaknya dan seorang perempuan dan seorang anak lain, kata mereka.
Mereka juga menyatakan 41 jenazah lain ditemukan disekitar ladang yang dekat dengan Kota Jassem dan Inkhil, beberapa waktu lalu pasukan keamanan menyerang kedua kota itu.
Organisasi HAM mengatakan sekitar 700 orang diperkirakan tewas sejak kerusuhan terjadi di Suriah.





























