Amerika Serikat akan hukum Presiden Suriah

Sumber gambar, Reuters
Amerika Serikat akan menghukum Presiden Suriah Bashar al-Assad atas pelanggaran HAM, kata beberapa sumber.
Jika sanksi tersebut benar-benar diberlakukan, ini akan menjadi kali pertama Presiden Assad menjadi sasaran langsung sanksi masyarakat internasional berkaitan dengan kebijakan pemerintahnya dalam menghadapi demonstran.
Presiden AS Barack Obama bulan lalu menjatuhkan sanksi kepada saudara Presiden Assad, Maher, saudara sepupunya dan seorang pejabat tinggi intelijen.
Menlu AS Hillary Clinton hari Selasa mengatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah lebih lanjut terhadap Suriah.
Laporan bahwa pemerintah AS akan menjatuhkan sanksi kepada Presiden Assad tersiar ketika sang presiden, seperti dikutip koran al-Watan hari Rabu (18/5), mengakui aparat keamanan membuat kekeliruan dalam menghadapi demonstran akibat kurang pengalaman dan kurang latihan yang memadai.
Pidato penting
Para pejabat Amerika mengatakan sanksi yang menghukum Assad dan enam pejabat tinggi Suriah atas pelanggaran hak asasi manusia akan diumumkan hari Rabu (18/5), atau satu hari sebelum Presiden Obama menyampaikan pidato penting mengenai pemberontakan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Sanksi yang dijatuhkan termasuk membekukan semua aset yang mereka miliki dalam jurisdiksi Amerika Serikat dan melarang warga Amerika berbisnis dengan mereka.
Amerika Serikat dan Uni Eropa telah memberlakukan sanksi terhadap beberapa pejabat senior yang dekat dengan Presiden Assad.
Dalam pertemuan dengan kepala politik luar negeri Uni Eropa hari Selasa (17/5), Menlu AS Hillary Clinton mengumumkan Amerika akan 'mengambil langkah-langkah tambah dalam beberapa hari ke depan'' untuk menekan aparat Suriah agar mengizinkan demonstrasi damai.
"President Assad berbicara tentang reformasi, tapi tindakan brutal dan kerasnya menunjukkan niatnya yang sebenarnya,'' kata Menlu Clinton.
Kalangan aktivis pembela HAM mengatakan lebih dari 850 orang terbunuh dan ribuan ditahan dalam operasi yang dilakukan aparat Suriah untuk memadamkan pembangkangan bulan Maret.
Aparat Suriah mempersalahkan sebagian besar tindak kekerasan pada ''kelompok-kelompok kriminal bersenjata''. Menurut aparat Suriah, kelompok-kelompok tersebut telah menewaskan lebih dari 120 tentara dan polisi.





























