Presiden Suriah: aparat lakukan kekeliruan

warga Suriah mengecam pemerintah Presiden Bashar al-Assad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Suriah mengecam pemerintah Presiden Bashar al-Assad

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan aparat telah membuat beberapa kekeliruan dalam menangani demonstrasi antipemerintah yang mulai berlangsung pertengahan Maret.

Berbicara kepada sejumlah tamu penting, Presiden Assad mengatakan sebagian besar kesalahan ada pada anggota aparat keamanan yang mendapat pelatihan yang tidak memadai, lapor koran al-Watan hari Rabu.

Namun, pemimpin Suriah menyatakan negaranya kini telah ''mengatasi krisis'' dan krisis itu sudah berakhir.

Assad mengatakan 4.000 personel akan mendapat latihan "untuk mencegah ekses" terulang.

Pengakuan ini disampaikan presiden Suriah ketika BBC menerima laporan-laporan baru mengenai serangan terhadap warga sipil di sebuah kota kecil di dekat perbatasan dengan Libanon.

Pengungsi Suriah di Libanon mengatakan kepada BBC bahwa mereka mengungsi dari tindak kekerasan dahsyat di kota kecil Tal Kalakh.

Kota kecil tersebut sudah berhari-hari dikepung oleh tentara Suriah. Kalangan aktivis mengatakan sedikitnya 27 orang tewas.

Di Suriah sendiri, seruan pemogokan umum yang dikeluarkan oleh sebuah situs antipemerintah, Revolusi Suriah 2011, yang berpengaruh tampaknya tidak mendapat dukungan berarti.

Warga di ibukota, Damaskus, mengatakan tidak seorang pun berani mengikuti seruan tersebut.

'Ekses'

Presiden Suriah mengatakan kepada delegasi dari Midan, salah satu distrik di bagian selatan Damaskus, bahwa aparat keamanannya membuat kesalahan akibat kurang pengalaman dalam menangani situasi demonstrasi.

Situasi semacam itu biasanya menjadi tanggungjawab polisi, kata sang presiden.

''Peran aparat keamanan adalah mengumpulkan informasi, menganalisisnya dan menyerahkannya kepada pihak yang berkompeten,'' kata presiden.

Penguasa Suriah mengerahkan tentara menumpas demonstrasi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penguasa Suriah mengerahkan tentara menumpas aksi demonstrasi

Sementara itu, pemerintah Swiss menyatakan telah memberlakukan sanksi terhadap Suriah akibat penindakan demonstran dengan cara kekerasan.

Sanksi itu mencakup pembatasan penjualan senjata, pembekuan aset dan merekomendasikan pencekalan terhadap 13 pejabat senior yang dimasukkan dalam daftar Uni Eropa pada 9 Mei.

Kalangan aktivis mengatakan lebih dari 850 orang terbunuh dan ribuan ditahan dalam upaya penumpasan gelombang unjuk rasa yang mulai berlangsung sekitar dua bulan lalu.

Pemerintah Amerika Serikat hari Selasa (17/5) mengatakan hampir 1.000 orang mungkin tewas di Suriah.

Aparat Suriah mempersalahkan sebagian besar tindak kekerasan pada ''kelompok-kelompok kriminal bersenjata''. Menurut aparat Suriah, kelompok-kelompok tersebut telah menewaskan lebih dari 120 tentara dan polisi.