Bos TEPCO mundur

Sumber gambar, AFP
Bos perusahaan Jepang yang menjalankan pembangkit nuklir Fukushima mundur dari jabatannya setelah perusahaan yang dia pimpin merugi 1,25 triliun yen atau US$15,3 miliar.
Masataka Shimizu akan digantikan direktur operasi Toshio Nishizawa.
Kerugian TEPCO adalah yang terbesar diantara perusahaan non-keuangan di Jepang.
Gempa dan tsunami Jepang tanggal 11 Maret membuat pembangkit Fukushima rusak parah. Sampai sekarang radiasi karena kebocoran masih terjadi.
Shimizu berbicara di depan konferensi pers yang dipenuhi wartawan di markas perusahaan di Tokyo didampingi Nishizawa.
"Sebagai manajer saya menyatakan diri bertanggungjawab," kata Shimizu.
"Kami mementingkan pengalaman dan keahlian operasi bisnis saat kami memilih pemimpin," tambahnya.
Pengunduran dirinya sudah diperkirakan banyak pihak.
Rekor kerugian
Kerugian bersih ini adalah yang terbesar dalam sejarah perusahaan Jepang diluar sektor keuangan. Pada tahun keuangan sebelumnya, TEPCO mencatat keuntungan 134 miliar yen.
Keseluruhan kerugian karena bencana diperkirakan lebih besar lagi.
Ribuan orang diungsikan dari kawasan sekitar pembangkit nuklir dan perusahaan ditugaskan membersihkan dan membayar ganti rugi kepada para korban.
Menurut Bank of America Merrill Lynch, permintaan ganti rugi dapat mencapai 11 triliun yen.
Jumat lalu pemerintah mengumumkan rencana pendirian badan untuk membantu TEPCO membayar ganti rugi kepada korban masalah nuklir.
Pemerintah juga sedang mengkaji kemungkinan bantuan, termasuk penggunaan sumbangan perusahaan lain dan dana pajak.





























