PBB : 'Kejahatan Perang' di Libia

Sumber gambar, Other
Tim investigasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh pasukan pemerintah Libia melakukan kejahatan perang dan tindakan kriminal melawan kemanusiaan.
Pegiat hak asasi manusia (HAM) mengatakan mereka menemukan bukti tindakan kriminal pembunuhan dan penyiksaan yang menunjuk keterlibatan pemimpin Libia, Muammar Gaddafi.
Selain itu misi PBB mengatakan pasukan oposisi juga melakukan kejahatan perang, namun jumlahnya tidak sebanyak dibanding pasukan pemerintah.
Sebelumnya, pasukan NATO telah memperpanjang misi mereka di Libia sampai 90 hari kedepan.
Serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di Tripoli Kamis pagi ini dan pesawat tempur terdengar terbang melewati kota itu.
Nato telah melakukan operasi serangan udara di Tripoli dalam beberapa bulan terakhir.
Pekerja migran "disiksa"
Dalam penelitiannya, tim investigasi PBB yang terdiri dari tiga orang pegiat HAM menemui kedua kubu di Libia, pegiat HAM lokal, petugas medis dan keluarga tawanan.
Mereka mewawancarai 350 orang di daerah pro-pemerintah, kantong pemberontak dan kamp pengungsi diluar perbatasan.
"Berdasarkan amanah untuk menginvestigasi kejahatan yang dilakukan di Libia, pihak komisi berkesimpulan bahwa kejahatan melawan kemanusiaan dan kejahatan perang telah dilakukan oleh pasukan pemerintah di Libia," ujar komisi itu dalam sebuah pernyataan.
"Komisi juga menerima laporan penyiksaan terhadap pekerja migran oleh pasukan oposisi, namun jumlah (laporan) tidak banyak."
Hasil komisi ini akan diperdebatkan di forum Majelis HAM PBB di Jenewa di hari Senin depan (06/06).





























