Australia lunakkan kebijakan suaka anak-anak

Pencari suaka anak di Malaysia

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Kelompok hak azasi: Anak-anak pencari suaka yang rentan di tahanan Malaysia

Pemerintah Australia melunakkan kebijakannya tentang pengiriman anak-anak pencari suaka tanpa keluarga ke pemrosesan di Malaysia.

Menteri Imigrasi Australia Chris Bowen mengatakan kepada ABC News bahwa semua anak akan melalui pertimbangan kasus per kasus.

Pernyataan Bowen itu menyusul pengumuman pekan lalu yang menyebutkan bahwa di dalam rencana persetujuan pertukaran pengungsi dengan Malaysia tidak akan ada pengecualian.

Lembaga-lembaga Perserikatan bangsa Bangsa (PBB) dan para pegiat menyatakan kemarahan dan keprihatinan serius akan keselamatan anak-anak yang mencari suaka tanpa keluarga mereka.

Bowen mengatakan pekan lalu bahwa anak-anak yang tiba di Australia tanpa ditemani keluarga mereka akan dikirim ke Malaysia dan ditempatkan dalam pusat-pusat penahanan sambil menunggu kasus mereka diproses.

Tetapi pemerintah Australia mendapat kecaman pedas berkaitan dengan dugaan terjadinya tindak kekerasan di pusat-pusat penahanan Malaysia.

Menurut para pegiat hak azasi manusia, anak-anak perempuan terutama menjadi sasaran kelompok-kelompok penjahat dan para pejabat yang tidak beres.

Dalam pernyataan hari Senin yang mengisyaratkan melunaknya pendirian pemerintah, Bowen mengatakan bahwa semua kasus yang melibatkan anak-anak tanpa keluarga akan dipertimbangkan secara individual kasus per kasus.

Tetapi dia menegaskan bahwa tidak ada pengecualian menyeluruh bagi anak-anak yang mencari suaka tanpa keluarga. Karena, menurut Bowen, pengecualian menyeluruh dapat mendorong para penyelundup memenuhi perahu-perahu mereka dengan anak-anak.

Desember yang lalu sebuah perahu bermuatan pencari suaka mengalami kecelakaan di Pulau Christmas, menewaskan 30 orang, termasuk anak-anak dan bayi.

Persetujuan kontroversial

Dalam sebuah wawancara pada liputan pagi saluran televisi ABC, Bowen juga mengatakan "peraturan yang berlaku bagi migran gelap ke Malaysia tidak akan diberlakukan pada orang-orang yang dipindahkan dari Malaysia ke Australia."

Dia mengatakan para pejabat Australia dan badan urusan pengungsi PBB, UNHCR, akan memantau perlakuan terhadap para pencari suaka itu. UNHCR menyambut baik langkah tersebut dengan mengatakan: "Ini merupakan langkah perlindungan yang sangat penting bagi UNHCR, yang terus kami bicarakan dengan pemerintah kedua negara."

"UNHCR bertekad agar pertimbangan khusus dan langkah-langkah perlindungan yang layak diberlakukan terhadap kelompok-kelompok rentan, termasuk anak-anak yang tidak disertai keluarga mereka," menurut UNHCR.

Pemerintah Australia menyatakan dukungan UNHCR merupakan persyaratan integral perjanjian dalam soal pengungsi dengan Malaysia. Berdasarkan kesepakatan pertukaran pengungsi itu, sejumlah sampai 800 kapal baru yang tiba di Australia akan direlokasi ke Malaysia.

Sebaliknya, Australia akan menerima 4.000 pengungsi yang resmi terdaftar tinggal di Malaysia.

Di antara anak-anak tanpa keluarga yang saat ini berada dalam pusat penahanan Pulau Christmas dan akan dikirim ke Malaysia terdapat sejumlah anak perempuan.