Penjualan daging sapi di Australia merosot

Daging sapi ekspor, termasuk di Australia, dijual di toserba di Indonesia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Daging sapi asal peternakan di Australia juga dijual di toserba di Indonesia

Permintaan akan daging sapi di Australia dilaporkan menurun setelah tayangan televisi tentang perlakuan terhadap sapi impor di beberapa rumah pemotongan hewan di Indonesia.

Kalangan penjual daging melaporkan melaporkan penjualan daging sapi turun 10-15% sejak acara investigasi yang di antaranya memperlihatkan rekaman sapi yang sedang disembelih dan dicambuk tersebut ditayangkan pekan lalu.

Pemerintah Australia telah menghentikan sementara ekspor hewan hidup ke rumah-rumah penyembelihan yang diperlihatkan dalam acara televisi tersebut.

Namun, ada seruan yang gencar agar Australia melarang total ekspor sapi ke Indonesia.

Dewan Industri Daging Australia (AMIC) mengatakan kekhawatiran masyarakat yang mengalir deras telah menimbulkan pengaruh dramatis bagi bisnis daging.

Sebagian konsumen bahkan menghindari total konsumsi daging sapi, kata lembaga tersebut.

Sebagian konsumen lain meminta kepastian dari pengelola daging soal cara penyembelihan yang menghasilkan daging yang mereka jual.

Sementara itu, produk organik dan toko daging yang disebut-sebut di kalangan industri sebagai ''toko daging etis'' melaporkan kenaikan angka penjualan.

Kompromi

Australia memasok banyak sapi hidup ke pasar ternak Indonesia

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Australia memasok banyak sapi hidup ke pasar ternak Indonesia

Tayangan yang disiarkan oleh ABC menimbulkan dampak besar pada opini publik di Australia, dan Perdana Menteri Julia Gillard menghadapi tuntutan yang semakin keras agar menerapkan larangan menyeluruh terhadap ekspor segala binatang hidup ke Indonesia.

Seroang anggota parlemen Australia mengirimkan rekaman video yang tidak diperlihatkan dalam program untuk membujuk sang PM agar mendukung pelarangan total yang akan dilakukan secara bertahap dalam masa tiga tahun ke depan.

Sekitar 700.000 diekspor dari Australia tiap tahun, dan sebagian besar dikirim ke Indonesia.

Kalangan industri daging dan ternak khawatir bahwa sumber mata pencaharian di pedesaan Australia akan hancur jika larangan total itu diberlakukan.

Mereka kemudian mengajukan usul kompromi. Intinya, ternak Australia hanya akan disembelih di rumah pemotongan hewan yang memenuhi standard internasional.