Demontrasi kembali telan puluhan korban di Suriah

Sumber gambar, AFP
Sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrok terbaru antara massa demonstran antipemerintah dan aparat keamanan di berbagai tempat di Suriah.
Para aktivis mengatakan tank melepaskan tembakan di Maarat al-Numan di belahan utara Suriah, dan menyebabkan sejumlah demonstran tewas dan banyak lagi terluka.
Tindak kekerasan terjadi ketika pasukan pemerintah mulai melancarkan operasi militer di kota kecil di dekatnya, tempat polisi mengatakan 120 personil keamanan terbunuh.
Ratusan warga sipil mengungsi dari kota kecil tersebut dan dari desa-desa di sekitarnya ke Turki untuk menyelamatkan diri dari serangan.
Kalangan aktivis oposisi mengatakan kepada BBC bahwa militer Suriah menerapkan ''taktik bumi hangus'' di Jisr al-Shughour dengan helikopter tempur dan tank menembaki kota kecil tersebut selagi pasukan yang bergerak maju membuldozer rumah-rumah dan membakar tanaman dan lahan pertanian.
Pemerintah Suriah belum mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi klaim ini.
Geng bersenjata
Aktivis antipemerintah mengatakan 11 orang tewas di Provinsi Idlib di bagian utara Suriah. Kebanyakan dari mereka terbunuh di Maarat al-Numan tempat tank menembaki demonstrasi. Helikopter juga dilaporkan menembak massa demonstran.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan geng bersenjata menyerang kantor polisi di kota kecil tersebut.
Seorang tokoh oposisi Suriah mengatakan kepada kantor berita Associated Press dalam kontak telepon bahwa ribuan demonstran yang merangsek maju membuat aparat keamanan kewalahan dan kemudian membakar sebuah gedung pengadilan dan kantor polisi di sana.
Suriah menghalangi wartawan asing, termasuk wartawan BBC, masuk ke wilayahnya, dan ini mempersulit memverifikasi laporan-laporan dari Suriah.
Sementara itu, lima demonstran antipemerintah terbunuh di kota pesisir Latakia, kata sumber-sumber di kalangan aktivis.
Di tempat lain di Suriah, dua warga tewas di tangan aparat keamanan di Provinsi Deraa di selatan dan empat lain terbunuh di distrik Qaboun di ibukota, Damaskus.
Demonstrasi massal untuk menentang rezim Presiden Bashar al-Assad bergulir sejak bulan Maret dan belakangan menjadi peristiwa mingguan pasca salat Jumat.
Lembaga-lembaga pembela HAM mengatakan lebih dari 1.300 orang meninggal ketika pemerintah mencoba membungkam aksi penentangan. Kebanyakan dari mereka warga sipil tidak bersalah, kata mereka.
Pemerintah Suriah menepis jumlah yang dipublikasikan aktivis HAM dan menyatakan sekitar 500 orang personil keamanan tewas.





























