Bom di Peshawar akibatkan puluhan tewas

bom_peshawar
Keterangan gambar, Dalam sepekan setidaknya dua serangan bom terjadi di Peshawar, Pakistan.

Dua buah ledakan yang terjadi di sebuah pasar yang terletak di wilayah barat laut Peshawawar telah menewaskan 34 orang dan melukai 90 orang lainyya.

Menurut keterangan polisi setempat ledakan terjadi setelah tengah malam tadi (12/6) di wilayah yang dikenal sebagai tempat berkantornya sejumlah partai politik dan perumahan militer.

Serangan di kawasan ini terus meningkat pasca operasi penangkapan yang mengakibatkan terbunuhnya Osama Bin Laden oleh pasukan Amerika Serikat bulan lalu.

Pada hari Kamis lalu serangan bom di Peshawar juga mengakibatkan empat korban tewas.

Pengendali bom

Menurut keterangan polisi dalam peristiwa ledakan yang terjadi pada Kamis lalu itu, alat peledak ditanamkan di dekat tumpukan sampah yang terletak di jalan raya sekitar kawasan Matani.

Korban dalam peristiwa itu menurut polisi kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.

Menurut Pejabat Senior Kepolisian Peshawar, Dost Mohammed kepada Associated Press, ledakan pertama yang terjadi pada tengah malam tadi relatif kecil dan telah diamankan oleh petugas dan juga sempat diliput oleh sejumlah wartawan.

Namun beberapa menit kemudian ledakan yang jauh lebih besar kemudian terjadi mengakibatkan kerusakan yang parah dan mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka.

Polisi mengatakan 18 orang mengalami luka serius akibat ledakan tersebut.

Seorang saksi mata, Jamal Khan (22), mengatakan dia berada di apartemennya saat ledakan pertama terjadi.

Saat menuruni tangga untuk keluar dari gedung dia terkena hempasan puing-puing yang hancur akibat ledakan kedua.

"Ledakannya sangat besar dan saya tidak akan melupakan itu," katanya seperti dikutip dari AP.

"Saat asap akibat ledakan mulai hilang, saya melihat banyak orang menangis minta tolong dan bagian tubuh tersebar di mana-mana."

Dalam keterangan lainnya Polisi juga menyatakan bahwa ledakan kedua disebabkan oleh sebuah bom yang disembunyikan dalam sebuah kendaraan dan diledakan dengan pengontrol jarak jauh.

Peristiwa ini terjadi saat Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengunjungi Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat senior Pakistan.