PM Turki 'akan bangun konsensus'

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan merayakan kemenangan nya dengan istrinya.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan merayakan kemenangan nya dengan istrinya.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan membangun sebuah konsensus atau perjanjian dengan pihak oposisi, setelah memenangi pemilu umum.

Menurut perhitungan awal hari Minggu kemarin, mesin politik Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), meraih 50% kursi yang diperebutkan di parlemen.

Namun, partai AKP gagal menguasai 2/3 kursi di parlemen sehingga tidak bisa melakukan perubahan konstitusi kecuali mendapat dukungan dari oposisi.

Erdogan sudah banyak diduga akan memenangi pemilu kali ini, walaupun ia banyak dikritik atas gaya kepemimpinannya yang autokrat.

Sejumlah media lokal menyebutkan penghitungan surat suara yang telah mencapai 99% menunjukan AKP berhasil meraih 50% suara yang masuk.

Dengan perolehan tersebut diperkirakan AKP menguasai 326 kursi parlemen yang tersedia, sementara itu diperlukan 330 kursi untuk menjadi "mayoritas besar" dalam parlemen.

AKP memenangkan 341 kursi di pemilu tahun 2007

Dalam pidato kemenangannya di Ankara, Erdoga mengatakan partainya "tersanjung" atas hasil pemilu ini.

Pertumbuhan kuat

"Rakyat memberikan kami pesan untuk membangun konstitusi baru melalui konsesus dan negosiasi," ujar Erdogan.

"Kami akan membangun sebuah konsensus dengan kelompok oposisi termasuk dengan partai di luar parlemen, media, LSM, cendekiawan dan siapapun yang ingin menyatakan pendapatnya," ujar Erdogan.

Erdogan menambahkan AKP akan membangun sebuah konsitusi yang akan memeluk seluruh partai dan lapisan masyarakat.

Dia juga memberi signal bahwa Turki mempunyai ambisi untuk menjadi corong timur-tengah dan kaum Islam di dunia barat, dan mengatakan kemenangannya akan menguntungkan Bosnia, Lebanon, Suriah, dan Palestina.

"Percayalah, Sarajevo juga telah menang seiring dengan Istanbul, begitu bula Beirut dan Izmir, Damaskus, dan Ankara, lalu Ramallah, Nablus, Jenin dan Tepi Barat dan Yerusalem menang bersama Diyarbakir," ujar Erdogan yang menyebut kota-kota di Turki dan menyandingkannya dengan kota-kota Islam di Timur Tengah.

Lebih dari 50 juta orang -atau sekitar 2/3 dari total rakyat Turki sebanyak 73 juta orang- terdaftar untuk ikut pemilu hari Minggu kemarin.

Diperkirakan persentase orang yang ambil bagian adalah sekitar 84,5%.

Kemenangan AKP -yang merupakan partai berbasis Islam dalam pemilu kali ini- tidak bisa dilepaskan dari sejumlah pencapaian pemerintahan pimpinan Erdogan.

Saat AKP berkuasa, Turki berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan menelurkan kebijakan luar negeri yang lebih tegas.

Selain itu saat berada dibawah kekuasaan AKP, Turki juga berhasil menurunkan angka penggangguran hingga lebih dari 3% dalam setahun.