Turki akan gelar pemilu legislatif

Sumber gambar, AFP
Turki hari Minggu (12/06) ini akan menggelar pemilu legislatif yang akan menentukan apakah Perdan Menteri Recep Tayyip Erdogan bisa bertahan di pucuk kekuasaan.
Erdogan dan mesin politikna, Partai Keadilan Pembangunan (AKP) telah menjadi partai penguasa untuk dua periode.
Setelah memegang kekuasaan selama delapan tahun, AKP - yang berbasis Islam - berharap bisa mendapatkan mayoritas 2/3 di parlemen agar dapat merubah konstitusi.
Saingan terberat AKP adalah Partai Republik Rakyat (CHP) yang berbasis sekuler dan banyak menggusung kandidat muda.
Partai Islam AKP dipuji karena berhasil memajukan ekonomi Turki dan mengambil kebijakan luar negeri yang lebih tegas.
Selain itu angka pengangguran turun menjadi 11.5 persen di bulan Maret lalu, dari 14.4 persen di bulan yang sama tahun lalu.
Program ambisius
Dalam kampanyenya, partai AKP menggusung tema keberhasilan ekonomi dan berjanji meluncurkan program pembangunan infrastruktur yang ambisius bila terpilih kembali.
Program infrastruktur tersebut antara lain pembangunan kanal dari laut Hitam ke kota Aegean, jembatan baru, bandar udara dan rumah sakit.
Wartawan BBC di Istanbul, Jonathan Head mengatakan partai AKP menggantungkan karisma PM Erdogan yang berhasil mengeruk kemenangan di pemilu sebelumnya.
Namun Erdogan menghadapi persaingan yang ketat dari partai CHP yang belum bernah berkuasa selama lebih dari 30 tahun.
Dibawah kepepimpinan ketuanya yang baru, Kemal Kilicdaroglu, partai CHP mengganti citranya sebagai partai kanan yang pro-militer dan terlahir kembali sebagai pendukung nilai demokratis Eropa.
Turki adalah anggota pakta pertahanan NATO dan kandidat anggota Uni Eropa.





























