NATO: Gaddafi gunakan masjid sebagai tameng

Masjid di pinggiran Misrata

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kelompok pemberontak mengatakan masjid di pinggiran Misrata ini digunakan sebagai 'sarang' penembak jitu pendukung Gaddafi.

NATO menuduh pemimpin Libia, Muammar Gaddafi, menggunakan masjid dan taman bermain anak sebagai tameng sementara pasukannya secara 'sistematis dan brutal' menyerang warga Libia.

Juru bicara NATO, Oana Lungescu, mengatakan bahwa pasukan pemerintah Libia membom kota-kota, pelabuhan tambang, dan menggunakan masjid serta taman bermain anak sebagai tameng.

Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa NATO dengan sengaja menyerang gedung-gedung sipil.

"Kami menjalankan operasi dengan amat hati-hati dan akurat untuk menghindari korban sipil," tambah Lungescu.

Hari Jumat (17/06), Perdana Menteri Libia al-Baghdadi al-Mahmudi mengatakan NATO menggunakan 'agresi tingkat baru'.

"Jelas bagi kami bahwa NATO bergerak dengan sengaja menghantam gedung-gedung sipil," katanya kepada para wartawan di ibukota Tripoli.

"Ini kejahatan atas kemanusiaan," tambahnya.

Kekurangan uang

Pemerintah Libia juga menegaskan mereka sedang melakukan pembicaraan dengan pemberontak, yang membantah klaim tersebut.

Kelompok pemberontak mengatakan mereka kekurangan uang tunai karena janji para donor belum terwujud.

"Semua orang berbicara dengan kami, semua negara di semua konferensi dengan pidatonya yang hebat dan kami menyampaikan apresiasi secara politik, namun dari segi keuangan semuanya adalah kegagalan total," kata seorang petinggi kelompok pemberontak, Ali Tarhouni, kepada kantor berita Reuters.

"Rakyat kami sekarat," tuturnya.

Sementara itu Harian Ne York Times melaporkan Presiden Barack Obama menolak saran dari para pengacara pemerintah yang berpendapat Amerika Serikat bisa meneruskan partisipasi dalam konflik Libia tanpa persetujuan Kongres.

Dalam perkembangan lain, Austria mengumumkan rencana untuk mengakui kelompok pemberontak, Dewan Transisi Nasional, sebagai pemerintah Libia yang sah, seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa negara lain, antara lain Jerman.