Rezim Gaddafi temui pemberontak

Baghdadi al-Mahmudi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PM Baghdadi al-Mahmudi katakan pemerintah Libia telah buka pintu dialog untuk pemberontak.

Pemerintah Libia mulai melakukan pembicaraan dengan kelompok pemberontak, mereka menyebut pembicaraan ini merupakan upaya melakukan negosiasi baru untuk menyelesaikan konflik besrenjata di negara tersebut.

Perdana Menteri Libia, Baghdadi al-Mahmudi mengatakan hal itu dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung di Tripoli.

"Pintu kami terbuka untuk semua dan kami melakukan kontak dengan semua kelompok, " kata Baghdadi al-Mahmudi seperti dikutip dari AFP.

"Kami dapat memastikan sejumlah pertemuan itu berlangsung di Mesir, Prancis, Norwegia dan Tunisia, dan kami tidak bisa menyebutkan nama-nama perwakilan dari kelompok pemberontak yang hadir dalam pertemuan tersebut."

Dia menyebutkan pemerintah sejumlah negara yang menjadi lokasi pertemuan itu mengetahui proses pertemuan tersebut.

"Tanyakan kepada pemerintah Mesir,Tunisia, Norwegia dan Prancis untuk informasi tentang pertemuan itu. Mereka akan menjelaskan dengan benar."

"Kami yakinkan pertemuan itu ada dan semuanya juga sudah direkam."

Pemberontak membantah

Pernyataan al Mahmudi ini dibenarkan oleh utusan Rusia yang berkunjung ke Libia, Mikhail Margelov.

Margelov yang juga berbincang dengan dua kelompok yang bertikai disana mengatakan bahwa pemerintah Libia melakukan pertemuan dengan kelompok pemberontak di sejumlah kota di Eropa seperti, Paris, Berlin dan Oslo

Namun pernyataan al-Mahmudi atau keterangan Margelov ini dibantah oleh kelompok pemberontak, mereka membantah adanya serangkaian pertemuan dengan pemerintah Libia.

"Saya pastikan kepada anda tidak ada negosiasi yang melibatakan Dewan Transisi Nasional, NTC dengan rezim pemerintahan saat ini," kata Kepala Urusan Hubungan Internasional NTC di Itali, Mahmud Jibril.

Kelompok pemberontak juga menyatakan serangan pasukan Kolonel Muammar Gaddafi masih terus diarahkan ke markas mereka di Misrata.

Menurut kelompok pemberontak serangan terakhir pasukan Kolonel Gaddafi kemarin telah menewaskan setidaknya sepuluh warga sipil dan melukai empat puluh orang lainnya.