Nato akui serangan meleset di Tripoli

Serangan Nato

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Korban serangan Nato dievakuasi dari reruntuhan bangunan di Tripoli Libia.

Nato mengakui "kegagalan sistem senjata" mungkin penyebab serangan menjadi salah sasaran sehingga mengenai masyarakat sipil Minggu pagi di Ibukota Libia, Tripoli.

Dalam pernyataannya, Nato mengatakan target yang dituju dalam serangan itu adalah tempat senjata militer, tetapi satu senjata tidak mengarah kesana.

Sebelumnya, Pemerintah Libia menyebutkan bom Nato mengenai wilayah pemukiman penduduk dan menewaskan sembilan orang, termasuk bayi.

Nato melaksanakan resolusi PBB untuk membela masyarakat Libia dari pasukan pro Gaddafi.

"Nato menyesal atas jatuhnya korban sipil dan akan lebih teliti dalam melakukan serangan melawan rezim yang menggunakan kekerasan dalam menghadapi warga negaranya sendiri," kata Letnan Jenderal Charles Bouchard, Komandan Operasi Unified Protector.

"Walaupun kami masih mencari penyebabnya, ada indikasi kegagalan sistem senjata yang menyebabkan kecelakaan ini," tambah dia.

Pernyataan itu menyebutkan lebih dari 11.500 serangan telah dilakukan dan "setiap misi direncanakan dan dilaksanakan dengan sangat teliti untuk menghindarkan jatuhnya korban sipil".

Koresponden BBC mengatakan kecelakaan itu dapat menimbulkan pertanyaan mengenai pencapaian Nato selama berada di Libia, setidaknya bagi anggota Nato yang tidak pernah menyetujui operasi di negara itu.

Serangan Minggu mengarah ke salah satu pemukiman miskin di Tripoli, terjadi pada dini hari lepas tengah malam, kata pejabat Libia.

Mereka mengatakan sembilan orang mengatakan sembilan orang tewas, termasuk dua bayi, dan 18 orang lain terluka. Tetapi laporan ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

Wartawan BBC Jeremy Bowen, yang dibawa ke lokasi oleh pejabat pemerintah, melihat dua mayat yang dipindahkan dari reruntuhan.

Sejumlah orang dari layanan darurat memindahkan reruntuhan dan mencari jenazah korban.

Koresponden BBC yang dibawa ke rumah sakit di Tripoli mengatakan melihat dua jenazah laki-laki, seorang perempuan dan dua bayi, yang disebutkan oleh pejabat pemerintah merupakan korban dalam serangan Nato.

Wakil Menteri Luar Negeri Libia, Khaled Kaim mengatakan kecelakaan itu dilakukan secara sengaja yang menargetkan pemukiman penduduk sipil.

Sementara itu, juru bicara Nato Mike Bracken mengatakan kepada BBC, dia tidak mengetahui secara pasti lokasi bangunan yang disebutkan oleh Libia terkena serangan Nato.

Bangunan itu berada sekitar satu kilometer dari lapangan udara militer, yang menjadi target serangan Nato.