Serangan NATO salah sasaran?

Sumber gambar, BBC World Service
NATO sedang menyelidiki klaim pemerintah Libia yang menyebut pemboman di sebuah wilayah pemukiman di Tripoli telah menewaskan sejumlah warga sipil.
Mayat-mayat ditarik dari reruntuhan rumah tingkat tiga di distrik Souk al-Juma yang dikatakan hancur karena serangan udara NATO.
NATO mengatakan serangan terhadap sebuah pusat pertahanan roket darat ke udara di Tripoli utara berhasil dengan baik. Namun NATO juga pernah mengakui mereka pernah melakukan kesalahan titik serangan.
Pesawat-pesawat NATO dikirim untuk melindungi warga Libia dari serangan pasukan pro-Gaddafi seperti yang ditetapkan PBB.
Kalau benar pesawat-pesawat NATO menjatuhkan bom di kawasan sipil secara tidak sengaja, pertanyaan serius akan muncul mengenai tata cara kampanye militer yang dilakukan NATO terhadap Libia, demikian wartawan BBC di Tripoli, Jeremy Bowen.
Meminimalisir risiko di kalangan sipil
Serangan dikatakan penduduk setempat terjadi hari Minggu sedikit lewat tengah malam.
Wartawan BBC di Tripoli, yang dibawa ke tempat kejadian, mengatakan melihat dua mayat diambil dari bawah reruntuhan.
Sekelompok warga terlihat membantu petugas pertolongan untuk mencari kemungkinan korban selamat.
Dikatakan oleh penduduk setempat bahwa seluruh keluarga tewas dalam serangan itu, walau tidak ada satupun yang memberi klarifikasi mengenai persoalan ini.
Pernyataan resmi Libia menyebut sembilan orang tewas.
Jurubicara NATO Mike Bracken mengatakan kepada BBC belum tahu persis posisi lokasi gedung yang dikatakan diserang pesawat NATO itu.
''NATO sangat menyesali jatuhnya korban jiwa dalam operasi di Libia, dan kami akan sangat menyesali kalau setelah lewat penyelidikan kematian mereka disebabkan oleh senjata NATO,'' kata Bracken.
''Seluruh pilot dan awak kami berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir korban di kalangan sipil. Namun akan sangat susah untuk tidak melakukan kesalahan sama sekali dalam sebuah serangan militer.''
NATO melakukan hampir 4.400 serangan udara di titik-titik simpul yang dianggap sebagai basis kemiliteran Gaddafi.





























