Serangan NATO tewaskan dua warga Libia

Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dalam serangan udara terbaru NATO yang menghantam sebuah rumah di ibukota Libia, Tripoli, Minggu (19/6).
Serangan NATO itu menghancurkan sebuah bangunan bertingkat tiga di kawasan permukiman Suq Al Juma.
Tragedi itu terjadi hanya beberapa saat setelah tengah malam dan menurut pejabat setempat kawasan itu adalah sebuah permukiman warga miskin Tripoli.
Wartawan BBC Jeremy Bowen yang berada di lokasi penyerangan mengatakan tim penyelamat dan warga setempat berupaya memindahkan reruntuhan rumah tersebut.
Menurut dia, serangan itu benar-benar menghancurkan bangunan itu. Reruntuhan bangunan itu bertebaran hingga memenuhi jalan raya.
Bowen memastikan dia sudah melihat dua jenazah. Satu jenazah sudah berada di dalam ambulans sementara jenazah lainnya baru saja dikeluarkan dari timbunan reruntuhan.
Sejumlah warga setempat menduga semua orang dalam banguna itu tewas. Namun, wartawan BBC belum bisa memastikan seluruh jumlah korban tewas.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari NATO namun NATO memang kerap menghantam sasaran yang salah dalam serangan-serangan sebelumnya.
Bowen menegaskan serangan yang salah sasaran ini akan semakin memunculkan pertanyaan soal arah misi NATO di Libia yang berlangsung sejak Maret lalu.
Salah sasaran
Niat awal warga Libia untuk mengakhiri kekuasaan 41 tahun Moammar Gaddafi kini berkembang menjadi sebuah perang saudara.
Pasukan pemberontak anti-Gaddafi kini menguasai sepertiga wilayah Libia sebelh timur dan sejumlah kantung di wilayah barat termasuk kota Misrata.
Meski demikian Gaddafi tetap bersikeras pemerintah Tripoli masih memegang kendali semua wilayah negeri Afrika Utara itu.
Untuk melindungi warga sipil Libia dari kekejaman pasukan Gaddafi -setidaknya demikianlah pernyataan resmi selama ini- NATO mengirim kekuatan militernya ke Libia.
Sejak Maret lalu, NATO sudah melakukan lebih dari 10.000 sorti atau misi serangan udara, termasuk 4.000 serangan terhadap sasaran militer dan pemerintahan Libia.
Pada Sabtu (18/6) NATO mengakui pesawat-pesawat tempurnya secara tak sengaja justru menghantam pasukan pemberontak di Libia Timur pekan lalu.
NATO mengatakan serangan itu menghancurkan sejumlah kendaraan militer dekat kota mintak Brega. Beruntung serangan itu tidak menewaskan satu orang pun.





























