IAEA bahas aturan keselamatan nuklir

Bocoran laporan IAEA mengatakan Jepang tidak mengikuti aturan keselamatan nuklir yang benar

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Bocoran laporan IAEA mengatakan Jepang tidak mengikuti aturan keselamatan nuklir yang benar

Badan pengawas nuklir PBB akan memulai pertemuan yang bertujuan untuk memperbaiki keselamatan nuklir setelah terjadi bencana kebocoran di PLTN Fukushima, Jepang.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) akan mengadakan pembicaraan selama lima hari yang melibatkan pejabat dari 150 negara mengenai bagaimana membuat tenaga nuklir yang aman.

Tetapi ada perbedaan mengenai seberapa besar tindakan internasional yang dibutuhkan untuk mencegah kecelakaan di masa mendatang.

Wartawan BBC, Bethany Bell yang berada di kota markas IAEA, Wina, mengatakan sejumlah negara beranggapan rincian peraturan keselamatan nuklir harus diserahkan kepada pemerintah yang terkait.

Sementara sebagian negara ingin agar aturan IAEA diwajibkan dalam hukum internasional.

Bencana Fukushima memicu kekhawatiran masyarakat yang meluas terhadap keselamatan nuklir.

Jerman memutuskan untuk menutup semua reaktor nuklirnya paling lambat tahun 2022 dan masyarakat Italia memilih untuk menolak rencana menghidupkan lagi reaktor tenaga nuklir.

Menyelesaikan pertikaian itu mungkin akan memakan waktu yang lama, kata wartawan kami.

Pertemuan ini juga membahas laporan mengenai keadaan darurat nuklir Fukushima. Laporan itu akan diterbitkan dalam konferensi hari ini.

Bocoran laporan itu menunjukkan bahwa Jepang tidak mengikuti semua aturan yang benar mengenai cara menangani krisis.