Cina bela kunjungan presiden Sudan

Omar al-Bashir

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Kunjungan al-Bashir akan menjadi Cina tempat perlindungan pelaku genosida

Pejabat Cina mempertahankan keputusan mengundang Presiden Sudan Omar al-Bashir minggu depan, meskipun kelompok hak asasi manusia mengecam kebijakan ini.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Hong Lei mengatakan pemerintahannya berhak mengundang Bashir yang sejak lama didukung oleh Cina.

Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengeluarkan perintah penangkapan Bashir atas dugaan kejahatan perang dan genosida di tahun 2009.

Tetapi Hong mengatakan Cina tidak menandatangani traktat ICC.

"Cina tidak mendukung tuntutan ICC terhadap Presiden Omar al-Bashir," katanya.

"Presiden Bashir mengunjungi berbagai negara lain dan dia disambut hangat."

Dugaan genosida

Sejak ICC mengeluarkan perintah penangkapan, Bashir telah mengunjungi berbagai negara seperti Eritrea, Mesir, Libia dan Qatar. Semua negara ini tidak mendukung ICC.

Dia juga mengunjungi Kenya yang memutuskan tidak menangkapnya meskipun telah menandatangi traktat ICC. Perjanjian ini mewajibkan penangkapan siapapun yang diinginkan pengadilan.

Minggu lalu Amnesty Internasional mendesak Cina untuk menangkap pemimpin Sudan tersebut.

Catherine Baber dari organisasi itu mengatakan Cina akan menjadi "tempat perlindungan pihak-pihak yang diduga melakukan genosida" jika negara tersebut tidak menangkapnya.

ICC menuntut Bashir karena diduga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang dan genosida di kawasan Darfur Sudan.

Cina banyak menanam modal di Sudan dan sering kali menyatakan dukungan terhadap pemerintah Bashir.