Petinggi oposisi Libia tiba di Cina

Mahmud Jibril dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Beijing untuk mencari solusi Libia.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Mahmud Jibril dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Beijing untuk mencari solusi Libia.

Mahmud Jibril, pejabat tinggi urusan luar negeri kelompok oposisi Libia, tiba di Cina untuk melakukan pembicaraan resmi dengan pemerintah Beijing.

Jibril dijadwalkan melakukan kunjungan dua hari untuk mendiskusikan jalan untuk mengakhiri krisis di Libia di mana Cina memiliki kepentingan minyak di negeri itu.

Cina juga akan menawarkan bantuan keuangan untuk pemberontak. Hal serupa juga ditawarkan Italia, Prancis, Kuwait dan Qatar.

Cina memiliki banyak kepentingan berkaitan dengan minyak di Afrika Utara. Sejak konflik Libia pecah, Cina sudah mengungsikan 30.000 warganya.

Sejauh ini Beijing menerapkan kebijakan tidak mengintervensi dan menjaga netralitas dalam urusan dalam negeri bangsa-bangsa lain.

Bukti dari kebijakan ini adalah Beijing memilih abstain saat Dewan Keamanan PBB memutuskan mengirim serangan militer ke Libia.

Cina juga tidak ikut serta meminta pemimpin Libia Moammar Gaddafi untuk turun dari jabatannya.

Meski demikian, wartawan BBC di Beijing Martin Patience mengatakan kunjungan Jibril ke Cina ini merupakan pukulan berat bagi pemerintahan Gaddafi.

Belum lama ini Beijing mulai merintis jalan untuk membujuk kedua belah pihak mencari sebuah kesepakatan politik.

Para pejabat Cina sudah melakukan dua pertemuan dengan Kepala Badan Transisi Nasional -organisasi payung kelompok oposisi- Mustafa Abdul Jalil

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Libia Abdelati al-Obeidi, juga melakukan kunjungan kerja selama tiga hari di Cina awal bulan ini.

Saat itu Cina mengatakan gencatan senjata seharusnya menjadi prioritas tertinggi kedua belah pihak yang bertikai.