Protes meluas di Suriah, belasan tewas

Tentara Suriah sedang menuju ke daerah konflik dimana gelombang protes bermunculan.
Keterangan gambar, Tentara Suriah sedang menuju ke daerah konflik dimana gelombang protes bermunculan.

Paling tidak 15 orang tewas dalam aksi protes yang kembali terjadi di seluruh Suriah menentang Presiden Bashar al-Assad.

Para pegiat mengatakan pasukan keamanan melepaskan gas air mata dan peluru tajam setelah sholat Jumat di Dhamas dan di tempat lain.

Namun televisi pemerintah Suriah menyatakan korban meninggal akibat kelompok bersenjata.

Uni Eropa memperpanjang sangsi yang diterapkan terhadap pemerintahan Assad.

Organisasi itu menambah empat warga Suriah serta tiga anggota pengawal revolusioner Iran dalam daftar 30 orang yang menjadi sasaran.

Lebih dari 1.300 orang tewas dan ribuan lainnya ditahan sejak pemerintah menangani demonstrasi yang dimulai Maret lalu, menurut para pegiat.

Tidak lagi presiden saya

Seperti halnya dalam demonstrasi minggu-minggu sebelumnya, para aktivis meminta warga Suriah berdemonstrasi setelah sholat Jumat.

Dalam seruan melalui Facebook tertulis slogan minggu ini, "Bashar bukan lagi presiden saya dan pemerintahannya tidak lagi mewakili saya."

Organisasi Arab untuk Hak Asasi di Suriah mengatakan kepada BBC, lima orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka saat pasukan keamanan melepaskan tembakan dengan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa yang meninggalkan masjid di Kiswah, di selatan Damaskus.

Para penembak jitu melepaskan tembakan ke arah paling tidak tiga pengunjuk rasa di kawasan Barzeh, Damaskus, menurut para saksi mata.

Dua demonstran lainnya dilaporkan ditembak mati oleh pasukan keamanan di Homs.

Suriah melarang sebagian besar wartawan asing untuk masuk ke negara itu dan laporan kerusuhan sulit untuk dipastikan.

Organisasi yang mengatur gerakan demonstrasi di Suriah sebelumnya melaporkan adanya truk-truk militer di luar kota Damaskus dan mereka mengatakan jalan-jalan di kota Homs ditutup.

Ribuan orang dilaporkan turun ke jalan di kawasan kota Irbin, Homs, Hama dan Deraa di selatan serta Qamishli serta Deir al-Zour di timur.

Ribuan rakyat Suriah lari ke Turki untuk menghindari gempuran militer.

Sumber gambar, b

Keterangan gambar, Ribuan rakyat Suriah lari ke Turki untuk menghindari gempuran militer.

Unjuk rasa kembali terjadi setelah Presiden Assad menawarkan dialog dan reformasi hari Senin lalu, pidato nasional ketiga sejak meletusnya demonstrasi.

Lari keluar Suriah

Di sebelah utara Suriah, gelombang penduduk yang lari dari gempuran militer makin bertambah.

Sejumlah media Turki melaporkan lebih dari 1500 orang telah menyebrang perbatasan setelah tentara Suriah dan tank bergerak ke arah perbatasan Suriah di desa Khirbet al-Jouz.

Seorang penduduk lanjut usia mengatakan hanya hampir semua 2000 penduduk desa itu sudah melarikan diri.

"Ada tentara, tank, gerombolan bersenjata, preman dan penembak jitu di atas gedung-gedung," penduduk tersebut mengatakan kepada BBC Arabic.

"Mereka menjarah properti disini," imbuh penduduk tersebut.

Lebij daro 11,700 penduduk Suriah telah mencari suaka di Turki, menurut pemerintah Turki.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan laporan pergerakan tentara Suriah "sangat mengkhawatirkan"

Uni Eropa juga sudah menyusun pernyataan yang mengecam "kekerasan yang mengejutkan dan tidak dapat diterima oleh rezim Suriah terhadap rakyatnya sendiri"