Malaysia tahan belasan aktivis

Kuala Lumpur Malaysia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Oposisi rencananya akan menggelar demo besar di Kuala Lumpur Malaysia awal Juli nanti.

Polisi Malaysia menahan belasan orang pendukung oposisi, Minggu, dalam upaya untuk mencegah demonstrasi besar bulan depan.

Seperti diberitakan AP, demo besar itu bertujuan untuk menuntut transparansi pemilu.

Menurut para pegiat hak asasi manusia dari lembaga HAM, Suaram, pihak yang berwenang Malaysia menahan sekitar 60 orang di berbagai kota, dan sebagian dari mereka ditanagkap ketika sedang membagi-bagikan selebaran politik, Sabtu kemarin.

Sebagian besar dari aktivis tersebut dibebaskan setelah menjawab sejumlah pertanyaan dari penyelidik, sementara yang lainnya diperkirakan akan dibebaskan segera.

Penahanan terhadap pendukung oposisi terjadi setelah Perdana Menteri Najib Razak dan Kepala Kepolisian Nasional Ismail Omar pada akhir pekan meminta agar warga Malaysia menghindari demonstrasi yang digelar oleh oposisi pada 9 Juli nanti, dan menyebutkan akan terjadi kerusuhan di Kuala Lumpur.

Pihak oposisi mengatakan Barisan Nasional selama ini bergantung pada kecurangan untuk menyulap hasil pemilu dan untuk mempertahankan kekuasaannya selama 54 tahun terakhir.

Ingin berkuasa

Pemerintah mengatakan pemilu yang digelar berlangsung jujur dan adil.

Para aktivis politik independen yang didukung oleh pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, berharap dapat mengumpulkan puluhan ribu orang untuk menggelar demonstrasi guna meminta perubahan sistem pemilu nasional. Pemilu berikutnya akan digelar pada tahun depan.

Para aktivis di sejumlah wilayah mencoba untuk meningkatkan kepedulian politik dan mendorong orang agar datang ke Kuala Lumpur untuk mengikuti demonstrasi politik yang disebutkan sebagai unjuk rasa terbesar dalam empat tahun terakhri.

Mereka meminta agar prosedur pemilu transparan dan memperbaiki cara pembuatan daftar pemilih.

PM Najib menuduh pihak oposisi yang mendukung rencana demo itu berniat untuk melakukan kerusuhan karena ingin mendapatkan kekuasaan.

"Jika kerusuhan terjadi, maka Anda akan bertangungjawab," kata PM Malaysia itu hari Minggu.

Mandat bagi Barisan Nasional akan berakhir pada pertengahan 2013. Tetapi banyak analis mengatakan Najib akan menggelar pemilu tahun depan di tengah sinyal bahwa kubu oposisi telah kehilangan momentum setelah pemilu 2008 lalu sewaktu Anwar dan pendukungnya mendapatkan lebih dari sepertiga kursi parlemen.