Gubernur bank sentral Afghanistan mundur

Fitrat

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Fitrat lari ke AS setelah mengungkap dugaan keterlibatan anggota keluarga Karzai.

Gubernur bank sentral Afghanistan, Abdul Qadeer Fitrat, menyatakan mundur dari jabatannya karena merasa terancam.

Abdul Qadeer Fitrat mengaku nyawanya terancam setelah menyelidiki kasus penipuan.

Fitrat yang kini berada di Amerika Serikat juga mengatakan kalau pemerintah mengintervensi upayanya untuk mengejar pihak yang bertanggung jawab dalam kasus korupsi skala besar di bank milik pemerintah, Bank Kabul.

''Hidup saya terancam setelah saya berbicara di parlemen dan mengungkap sejumlah nama yang bertanggung jawab atas krisis di Bank Kabul,'' katanya

Dua bulan lalu Fitrat mengungkap sejumlah tokoh publik yang diduga terlibat dalam skandal itu.

Sejumlah nama yang disebut diantaranya adalah Mahmoud Karzai, adik kandung Presiden Karzai.

Setelah mengungkap sejumlah nama tersebut, Fitrat pergi ke AS dan mengaku tidak akan kembali ke Afghanistan.

Sanggahan

Kasus penggelapan dana di bank milik pemerintah ini pertama kali terungkap bulan Mei silam ketika badan anti korupsi Afghanistan mengumumkan dana sebesar US$467 juta digunakan tanpa ada dokumen resmi atau jaminan.

Tetapi juru bicara Presiden Hamid Karzai, Waheed Omar mengatakan kalau pengunduran diri Qadeer Fitrat itu sebagai bentuk penghianatan.

Dia juga menambahkan kalau Fitrat sendiri juga tengah diselidiki dalam kasus korupsi.

Kasus penggelapan di Bank Kabul tahun lalu hampir menyebabkan bank ini mengalami kebangkrutan.

Penyelidik mengatakan kalau bantuan dana yang diberikan kepada bank tersebut pada September lalu digunakan untuk pinjaman tak layak..

President Karzai beberapa kali mengatakan akan menyelidiki setiap pihak yang terlibat dalam krisis itu.