Yunani loloskan kebijakan penghematan

Sumber gambar, afp
Parlemen Yunani pada hari Rabu (29/6) mendukung paket penghematan besar-besaran agar negara tersebut tetap dapat membayar hutang.
Usulan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran sangat tidak disukai masyarakat Yunani.
Unjuk rasa selama 48 jam berlangsung di seluruh negeri dan bentrokan terus terjadi di jalan-jalan ibu kota Athena.
Hutang Yunani sangat besar dan paket penghematan diperlukan untuk mendapatkan pinjaman terbaru sebesar 110 miliar euro.
Anggota parleman meloloskan paket tersebut dengan 155 suara mendukung 138 menolak.
Mereka akan melakukan pemungutan suara kedua hari Kamis untuk mengubah undang-undang yang memungkinkan penerapan paket penghematan tersebut.
Tidak mungkin mundur
Sebelum pemungutan suara Perdana Menteri George Papandreou mendorong anggota parlemen untuk meloloskan paket melalui konsensus.
Dia mengatakan rencana penghematan adalah satu-satunya cara bagi kebangkitan Yunani.
"Kita harus menghindari kehancuran negara dengan segala cara. Sekarang bukan saatnya mundur," katanya.
Jika paket penghematan 28 miliar euro ditolak, Yunani akan kehabisan dana dalam waktu beberapa minggu.
Sementara pemungutan suara dilakukan, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di luar parlemen.
Sebelumnya demonstran berusaha mencegah anggota DPR memasuki gedung.
Pemotongan anggaran

Sumber gambar, Reuters
Pemungutan suara hari Rabu ini mengenai bagian pertama paket penghematan Yunani terutama berisi peningkatan pajak untuk mendapatkan sekitar 14,09 miliar euro dalam lima tahun ke depan dan pemotongan anggaran negara sebesar 14,32 miliar euro.
Paket tersebut diperlukan untuk mendapatkan bantuan lanjutan Uni Eropa dan IMF sebesar 110 miliar euro.
Setelah disetujui, para pejabat Eropa akan mulai merampungkan rincian bantuan kedua senilai 120 miliar euro untuk membantu Yunani membayar hutang sampai akhir tahun 2014.
Pengaruh pemungutan suara Yunani akan dialami dunia, kata Herman Van Rompuy, presiden Komisi Uni Eropa hari Selasa.
Pemungutan suara hari Kamis berisi penerapan berbagai paket, seperti peningkatan pajak dan penjualan aset negara.





























