Hotel Intercontinental Kabul diserang

Sumber gambar, 1
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas setelah Hotel Intercontinental, sebuah hotel mewah di ibukota Afghanistan, Kabul, diserang sekelompok orang bersenjata dan pembom bunuh diri.
Hotel yang terletak di kawasan perbukitan di sebelah barat kota ini dikenal sebagai lokasi favorit warga negara Barat yang ada di Kabul.
Menteri Dalam Negeri Afghanistan Siddiq Siddiqi mengatakan ketujuh orang tewas itu seluruhnya warga Afghanistan dan tidak termasuk tiga pembom bunuh diri.
Selain itu, Siddiqi menambahkan, delapan orang luka-luka namun jumlah korban ini bisa bertambah.
Sumber pemerintah menyebut tiga orang pembom bunuh diri berhasil meledakkan bom yang dibawanya, sementara tiga lainnya berhasil ditembak mati.
Seorang tamu hotel mengatakan serangan itu terjadi saat para tamu sedang menikmati makan malam di restoran hotel.
Tamu bernama Jawid ini melompat dari lantai pertama hotel yang akhirnya menyelamatkan nyawanya.
"Saya kemudian lari bersama keluarga. Terjadi penembakan dan restoran itu penuh dengan tamu," kata Jawid kepada Associated Press.
Sementara itu, tamu lainnya kepada BBC mengatakan terjadi kekacauan di hotel dan mereka diminta tetap berada di kamar dan mengunci pintu.
Selain mengakibatkan kerusakan di restoran, serangan itu membuat lantai lima dan enam terbakar.
Taliban bertanggung jawab
Serangan mematikan itu terjadi semalam menjelang konferensi yang membahas transisi keamanan dari pasukan NATO ke pasukan Afghanistan dimulai.
Seorang pejabat intelijen Afghanistan mengatakan beberapa gubernur dan kepala dewan Provinsi Takhar berada di hotel saat serangan terjadi.
Kedatangan para gubernur dan pejabat tinggi inilah yang diduga menjadi target serangan bom bunuh diri ini.
"Para tamu penting berada di tempat parkir saat tiga pembom bunuh diri datang dan menembakkan senjata mereka," kata pejabat intelijen itu.
"Sejumlah pengawal gubernur membalas tembakan para penyerang. Para penyerang itu dipersenjatai granat tangan, peluncur roket dan AK-47," tambah dia.
Pejabat setempat kemudian meminta bantuan Pasukan Keamanan Nasional (ISAF).
"Dua helikopter ISAF menembak tiga penyerang yang berada di atap hotel," kata juru bicara ISAF Mayor Tim James.
"Ketiga orang itu diindikasikan tewas," tambah Mayor James.
Setelah operasi penumpasan yang berlangsung lebih dari empat jam, pemerintah menyatakan semua penyerang dipastikan tewas.
Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan Taliban berada di belakang serangan maut tersebut.
Pada Januari 2008, kelompok militan menyerang hotel termewah di Kabul, Serena.
Serangan itu menewaskan delapan orang termasuk seorang warga Amerika Serikat, Norwegia dan Filipina.





























