Pemimpin kartel Meksiko, Zetas, berhasil ditangkap

Pemimpin kartel Zetas, Jesus Enrique Rejon Aguilar.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Jesus Enrique Rejon Aguilar dituduh terlibat berbagai kriminalitas.

Pihak berwenang Meksiko mengatakan berhasil menangkap seorang pemimpin kartel narkoba Meksiko, Zetas, yang amat ditakuti.

Jesus Enrique Rejon Aguilar adalah pemegang komando ketiga di Zetas, kelompok penjahat narkoba bius yang didirikan oleh para mantan pasukan khusus tentara Meksiko.

Kementrian Dalam Negeri Meksiko megatakan Rejin alias El Mamito, ditangkap di kawasan Aitazapan de Zaragoza tanpa satu tembakan pun yang dilepaskan.

Seorang aparat polisi yang bersamanya ditangkap, dan ikut disita senjata, uang, berbagai dokumen, serta peralatan komunikasi.

Rejon diduga terlibat dalam sejumlah rangkaian kejahatan dan tersangkut dengan pembunuhan petugas imigrasi Amerika Serikat, Jaime Zapata, beberapa waktu lalu.

Pemerintah Amerika Serikat menawarkan imbalan sebesar US$5 juta bagi yang bisa menemukan orang yang berada di balik pembunuhan itu.

Mantan pasukan khusus

Jaime Zapata dibunuh ketika mobil yang membawanya dan temannya, Victor Avila, diserbu pada bulan Februari. Zapata tewas namun Avila hanya terluka.

Pihak berwenang Meksiko sudah menangkap beberapa orang sehubungan dengan kasus ini.

Jesus Enrique Rejon Aguilar pernah menjadi anggota pasukan khusus Meksiko namun melakukan desersi pada tahun 1999.

Pihak keamanan menyebut dia sebagai salah seorang pendiri Zetas, yang awalnya berfungsi sebagai pasukan pelindung kartel narkoba.

Namun Zetas kemudian memisahkan diri dan terlibat langsung dalam perang untuk mengendalikan rute penyeludupan narkoba.

Peringatan AS

Sebelumnya, pemerintah negara bagian Texas, Amerika Serikat, memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke kota di perbatasan Meksiko saat hari libur peringatan kemerdekaan Amerika Serikat karena ancaman kartel narkoba.

Martin Beltran Coronel

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemerintah Meksiko melancarkan perang atas kelompok narkoba.

Departemen Keamanan Umum Texas mengeluarkan pernyataan yang mengatakan berdasarkan sumber-sumber intelijen yang dapat dipercaya, kartel Zetas secara khusus akan mencari sasaran warga AS di Nuevo Laredo.

"Kami mendesak warga Amerika Serikat untuk menghindari perjalanan ke Nuevo Laredo akhir pekan ini, jika memang bisa dihindari," tulis Direktur Departemen Keamanan Umum, Steven McCraw.

Ancaman itu -menurut pernyataan tersebut- beragam, mulai dari perampokan maupun pemerasan atau pencurian mobil.

Namun tidak dijelaskan kenapa kelompok Zetas memang mengincar warga Amerika Serikat.

Banyak warga AS yang tinggal tidak jauh dari perbatasan dengan Meksiko sering berkunjung pada saat akhir pekan yang panjang -seperti saat ini karena perayaan kemerdekaan AS- karena restoran dan layanan wisata yang lebih murah.

Tahun lalu, Badan Pariwisata Meksiko memperkirakan 22 juta warga asing berkunjung ke Meksiko dan 2,5 juta diantaranya berasal dari negara bagian Texas.