Penyanderaan murid TK Malaysia berakhir

muar siege

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Bocah-bocah berusia balita dilarikan ke rumah sakit setelah dibebaskan dari penyandera

Sebanyak 30 murid TK Malaysia dan empat guru mereka bebas dari penyanderaan di sekolah mereka di Johor, setelah si pelaku ditahan.

Penyanderaan berakhir setelah polisi menembakkan gas air mata sebelum kemudian menyerbu ke dalam ruang tempat mereka disandera di Muar, negara bagian Johor.

Si penyandera, yang dilaporkan bersenjata palu dan parang, terluka dalam operasi pembebasan dan ditahan, kata polisi.

Insiden serupa terjadi tahun lalu dan pemerintah Malaysia kemudian menerbitkan rekomendasi pengamanan kepada para pengelola sekolah.

Koran Malaysia Star melaporkan si penyandera dalam insiden hari Kamis (7/7) ditembak petugas keamanan.

Anak-anak yang telah dibebaskan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Minta senjata api

peta muar malaysia

Menurut koran Star, polisi menyerbu ke bangunan sekolah sekitar pukul 15.45 waktu setempat (14.45 WIB).

Operasi pembebasan diputuskan untuk dilaksanakan setelah perundingan beberapa jam dengan si penyandera.

Selagi perundingan berlangsung, tim pasukan komando Gerak Khas dan ambulans disiagakan di dekat gedung sekolah berlantai dua tersebut.

Dalam perundingan, si pria yang dilaporkan media Malaysia menderita gangguan jiwa mengancam akan membunuh anak-anak di TK tersebut jika dia tidak diberi senjata api. Pelaku juga meminta kiriman makanan, lapor Star.

Ayah salah seorang murid beritahu mengenai insiden tersebut pada pukul 10.00 (09.00 WIB) dan diberitahu bahwa pria tersebut bersenjata palu dan pisau.

Orang tua anak-anak yang sangat risau akan keselamatan anak mereka berkumpul di belakang garis polisi selagi perundingan dengan si penyandera berjalan.