Pintu masuk ke Kuala Lumpur akan ditutup

Sumber gambar, afp
Polisi Malaysia akan menutup pintu masuk ke Kuala Lumpur selama 24 jam menjelang demo reformasi pemilihan umum hari Sabtu (09/07).
Jalan-jalan utama dan sarana perhubungan umum akan ditutup mulai tengah malam waktu setempat (1700 GMT).
Kelompok bernama koalisi Bersih 2.0 berencana berunjuk rasa di stadion olah raga hari Sabtu.
Polisi menanyai lebih 150 pegiat dalam beberapa minggu terakhir, 91 orang diantaranya dilarang memasuki ibu kota.
Lebih 30 pegiat tetap ditahan setelah ditangkap sekitar dua minggu lalu.
Demonstran pada mulanya berencana turun ke jalan, tetapi kemudian sepakat untuk berkumpul di stadion olah raga karena larangan pemerintah.
Pelanggaran hukum
Tetapi polisi mengatakan unjuk rasa tetap melanggar hukum.
"Stadion Merdeka yang mereka pilih terlalu dekat dengan pusat kota dan dapat menciptakan kemacetan hebat serta mengganggu kegiatan bisnis," kata komandan polisi federal Ismail Omar kepada media New Straits Times.
Polisi tidak mengizinkan unjuk rasa tetapi demonstran mengatakan mereka tidak memerlukan izin.
"Kami akan mengarah ke stadion," kata wakil Bersih, Andrew Khoo kepada kantor berita AFP.
"Kami tetap memusatkan perhatian pada tuntutan utama...pemilu yang bebas dan adil."
Kecurangan
Penyelenggara unjuk rasa mengatakan sistim pemilihan umum Malaysia sarat kecurangan. Mereka menginginkan masa kampanye yang lebih panjang, pencatatan pemilih otomatis dan persamaan akses pada media utama yang terkait pemerintah.
Pemerintah mengatakan pengunjuk rasa berusaha menyebarkan ideologi komunis yang sama saja dengan "berperang melawan raja".
Polisi menuduh beberapa orang yang mereka tahan membawa spanduk dan t-shirt dengan "slogan menghasut".
Polisi menggerebek unjuk rasa sejenis pada tahun 2007.
Pengamat memandang unjuk rasa membantu oposisi mendapatkan kursi parlemen dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.




























