Lusinan tahanan Kolombia kabur

Polisi Kolombia memburu lebih dari selusin tahanan yang kabur dari penjara di Tumaco, Provinsi Narino.
Lebih dari 20 tahanan sebelumnya dilaporkan kabur dari penjara setelah sebelumnya meledakan penjara, tiga diantaranya berhasil ditangkap.
Komandan polisi Narino Kolonel William Montezuma mengatakan para tahanan yang kabur tersebut sangat berbahaya termasuk salah satu diantaranya adalah anggota senior kelompok pemberontak sayap kiri farc.
Dia dipercaya sebagai pemimpin pasukan 29 Farc, yang sangat aktif di Narino.
Seorang lainnya dituduh sebagai penyandang dana bagi komando Farc.
Ledakan
Sebuah alat peledak, diyakini ditanam oleh pemberontak Farc diluar penjara, membuat lubang di batar pembatas penjara pada tengah malam.
Ledakan tersebut menyebabkan kekacauan di dalam penjara, dan dipergunakan oleh 20 tahanan untuk melarikan diri.
Sipir kemudian berhasil mengendalikan keadaan dan mencegah 270 tahanan lainnya untuk melarikan diri.
Petugas juga menemukan bahan peledak lainya yang ditanam oleh para tahanan di jalan utama dari Tumaco ke Pasto.
Polisi, tentara dan angkatan laut bekerja sama menyisir hutan dan jalur air di sekitar Tumaco untuk mengejar para tahanan yang kabur.
Pasukan keamanan mengkhawatirkan mereka akan akan kabur ke Ekuador, yang terletak tidak jauh dari kota.
Pemberontak Farc pada masa lalu sering bersembunyi di Ekuador.
Sebuah serangan bom Kolombia di sebuah markas pemberontak di Ekuador tahun 2008, yang menewaskan pemimpin Farc Raul Reyes, menyebabkan ketegangan diantara kedua negara dalam dua tahun terakhir.





























