Ratusan korban tenggelam masih dicari

Sumber gambar, AP
Lebih dari 100 orang, kebanyakan anak-anak masih dinyatakan hilang setelah sebuah kapal pesiar tenggelam di sungai Volga di Tatarstan, Rusia.
Kapal pesiar bernama The Bulgaria yang mengangkut 199 penumpang dan awak tersebut tenggelam dalam perjalanan dari kota Bulgar ke ibukota Kazan.
Harapan untuk menemukan korban selamat tampaknya tipis karena cuaca buruk.
Lebih dari 50 penyelam diterjunkan untuk mencari korban.
"Dari pemeriksaan lokasi menunjukan kalau peluang untuk mendapatkan korban selamat adalah minimal,'' kata seorang juru bicara kementerian penanganan darurat di Moskow seperti dikutip kantor berita Interfax.
Sejauh ini belum ada keterangan penyebab kapal tersebut tenggelam, tapi diduga akibat kerusakan mesin dan usia kapal yang sudah tua tidak mampu lagi menahan beban diluar kapasitas.
Kapal tua

Sumber gambar, AFP
The Bulgaria - adalah kapal pesiar berusia 55 tahun - milik perusahaan wisata lokal.
Kapal sepanjang 80 meter tersebut tenggelam beberapa kilometer lepas pantai dekat desa Sukeyevo.
Seorang korban selamat menggambarkannya sebagai ''sebuah kapal buruk, sangat tua.''
"Kapal itu tenggelam hanya dalam waktu kurang dari tiga menit,'' kata Nikolai Chernov, seorang korban selamat.
"Tidak ada peringatan atau yang lainnya, kapal ini langsung miring ke kanan, terbalik dan tenggelam, begitu saja''.
Ada sekitar 80 orang yang selamat, kebanyakan diselamatkan oleh kapal pesiar lain yang kebetulan melintas.
Bagaimanapun, seorang korban selamat lain mengungkapkan kalau ada sejumlah kapal yang menolak untuk memberi bantuan.
Siaran di TV menayangkan korban selamat dalam keadaan basah kuyup, berselimut, sementara sejumlah keluarga korban berkumpul di pelabuhan Kazan menunggu kabar.
"Menantu saya sempat menelepon mengatakan kalau dia tidak bisa menahan tangan istrinya yang ikut tenggelam,'' kata salah satu keluarga korba Rossiya, kepada televisi negara 24.
Sekitar 30 anak dilaporkan tengah berkumpul bermain di area geladak ketika kapal tenggelam, kata seorang korban selamat lainnya, yang memperkirakan semua anak tersebut ikut tenggelam.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev memerintahkan penyelidikan atas insident tersebut.
Sungai Volga sendiri merupakan sungai terbesar di Eropa yang sangat terkenal untuk berpelesir menggunakan kapal saat ini.





























