Ratusan pengungsi dikhawatirkan tewas tenggelam

refugee boat, libya, libia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Banyak warga Afrika mencoba mengungsi ke Eropa di tengah gejolak di Libya

Ratusan orang dikhawatirkan telah tenggelam di perairan Libia, setelah sebuah kapal yang mengangkut sekitar 600 pengungsi pecah dalam perjalanan ke Eropa hari Jumat (6/5).

Badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan 16 jenazah, termasuk dua bayi, ditemukan.

UNHCR mengimbau semua kapal yang menggunakan jalur Laut Tengah bersedia membantu kapal-kapal semacam yang mengangkut pengungsi, selagi ribuan berlomba melarikan diri dari kawasan Afrika Utara dalam kapal-kapal yang tidak layak berlayar.

Nato telah membantah klaim bahwa satuan-satuan angkatan lautnya membiarkan puluhan migran meninggal di sebuah kapal lain yang mengalami kesulitan.

Persekutuan militer itu mengatakan tidak mengetahui kesulitan yang menimpa kapal tersebut.

Kapal tersebut dilaporkan terapung-apung selama lebih dari dua pekan.

Koran Inggris The Guardian mengatakan 61 dari 72 orang di kapal tersebut meninggal akibat kelaparan atau kehausan, meski kapal dan helikopter Nato melihat kapal tadi.

Mayat terapung-apung

UNHCR mengatakan migran yang tiba di Pulau Lampedusa di Italia melaporkan mereka melihat kapal yang mengangkut sekitar 600 orang tenggelam tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan Tripoli pada hari Jumat.

Jika dikukuhkan, peristiwa ini menjadi kecelakaan terbesar sejauh ini yang melibatkan ribuan kapal yang kerap tak layak melaut, dan mencoba mencapai Eropa setelah kerusuhan melanda Afrika Utara.

Banyak saksi mata adalah kerabat orang-orang yang ada di kapal yang tenggelam, kata juru bicara UNHCR Sybella Wilkes kepada BBC.

Wilkes mengatakan tampaknya ratusan orang hilang - mayat terlihat terapung-apung di laut dan mayat 16 orang, termasuk dua bayi, hanyut ke darat.

Dia mengatakan, tidak jelas apakah ada pihak yang mencari orang-orang yang hilang, tapi Nato tidak terlibat dalam operasi.

Kebangsaan para penumpang kapal yang tenggelam itu belum diketahui, tapi banyak mereka yang menunggu di Lampedusa adalah orang Somalia, kata dia.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan telah mewawancarai seorang wanita Samalia yang naik kapal itu dengan bayi usia empat bulan.

Si bayi meninggal dan ibunya berenang ke darat, tempat dia kemudian naik kapal lain yang menuju Eropa.

Wilkes mengatakan ''ratusan jika tidak lebih dari seribu orang'' kini telah tewas ketika mengikuti ''perjalanan yang berbahaya''.