Suriah kecam pernyataan Clinton

Kedutaan besar AS di Damaskus

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kedutaan besar AS di Damaskus Suriah diserang oleh kelompok pro pemerintah.

Suriah mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang menyebut Presiden Bashar al-Assad telah 'kehilangan legitimasi' untuk berkuasa.

Setelah serangan terhadap kantor kedutaan besar AS di Damaskus, Senin (11/7) lalu, Clinton mengatakan Assad 'sangat tidak diperlukan'.

Prancis juga menyalahkan rejim Assad setelah serangan terhadap kantor kedutaannya.

Serangan terhadap kantor kedutaan itu dikecam oleh Dewan Keamanan PBB, dan meminta Damaskus untuk melindungi properti dan personil diplomatik.

Kantor Berita Suriah Sana mengatakan pernyataan Clinton merupakan bentuk campur tangan AS terhadap urusan dalam negeri Suriah.

Peristiwa serangan terhadap kantor kedutaan besar terjadi setelah perwakilan AS dan Prancis berkunjung ke Kota Hama bagian utara - pusat demonstrasi anti pemerintah - pekan lalu, untuk menunjukan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi tindakan keras dari pasukan keamanan.

Kelompok HAM mengatakan setidaknya 1.400 masyarakat sipil dan 350 orang petugas keamanan tewas sejak meletusnya demonstrasi anti-pemerintah di seluruh wilayah Suriah, pertengahan Maret lalu.

Pemerintah Suriah membantah menyerang masyarakat sipil, dan mengatakan sasaran mereka adalah kelompok bersenjata.

Kedutaan diserang

Demonstrasi pro pemerintah digelar didepan kedutaan besar AS dan Prancis di ibukota Suriah selama dua hari terakhir.

Senin lalu, tiga orang karyawan di kantor kedutaan besar Prancis terluka setelah para pemrotes menggunakan alat pemukul untuk memasuki gedung.

Pemrotes menghancurkan jendela dan menurunkan bendera Prancis serta menggantinya bendera nasional Suriah.

Kediaman duta besar AS, Robert Ford, juga diserang.

Presiden Obama mengatakan Washington telah "menyampaikan pesan yang jelas tidak seorang pun dapat mengacaukan kedutaan besar kami dan kami akan mengambil aksi jika dibutuhkan untuk melindungi kedutaan kami."

Kritik dari Washington ini merupakan yang terkeras selama kekerasan terjadi di Suriah. Clinton menyebutkan tujuan kami adalah melihat keinginan masyarakat Suriah untuk transformasi ke demokrasi terjadi.