Cina minta AS batalkan pertemuan dengan Dalai Lama

Sumber gambar, AFP
Cina menyatakan protes atas rencana pertemuan Presiden AS Barack Obama dengan Dalai Lama.
Pertemuan antara Obama dengan pemimpin spiritual Tibet yang tengah dalam pengasingan tersebut menurut rencana dijadwalkan akan berlangsung Sabtu (16/7).
Kementerian Luar Negeri Cina mendesak Obama untuk membatalkan pertemuan yang akan berlangsung di Gedung Putih tersebut.
Diskusi antara Obama dengan Dalai Lama ini diperkirakan akan membahas soal dukungan Obama atas pengakuan Tibet.
Terakhir kali Obama bertemu dengan Dalai Lama pada Februari 2010 yang juga dikecam Beijing.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina dalam sebuah pernyataan mengatakan, ''Kami sangat menolak dengan tegas atas setiap pertemuan dalam bentuk apapun antara anggota senior pemerintahan negara asing dengan Dalai Lama.''
Gedung Putih sendiri tidak langsung memberikan tanggapan atas ketidaksenangan Beijing tersebut.
Tetapi Washington sebelumnya mengumumkan kalau pertemuan ini sebagai ''upaya Presiden Obama untuk mendukung dialog antara perwakilan Dalai Lama dengan pemerintah Cina untuk memecahkan masalah perbedaan.''
Tuntutan otonomi
Pemimpin pemerintah Tibet di pengasingan Dalai Lama mengatakan dia menuntut otonomi yang benar-benar bermakna bagi wilayahnya, tetapi tidak menuntut kemerdekaan dari Cina.
Dia menuduh pemerintah Cina melakukan genosida budaya Tibet dengan mendatangkan orang-orang etnik Han, serta melunturkan bahasa serta agama rakyat Tibet.
Dalai Lama dalam pidato perayaan pemberontakan Tibet 1959, Maret silam meminta para pemimpin Cina untuk menunjukan transparansi yang lebih besar.
''Cina, dengan populasi terbesar, merupakan kekuatan dunia baru dan saya mengagumi pembangunan ekonomi yang tengah dilakukan,'' katanya.
"Cina juga mempunyai potensi yang besar untuk ikut serta dalam perkembangan kemanusiaan dan perdamaian dunia.''
''Tetapi untuk melakukan itu, Cina harus mendapatkan kepercayaan dan penghormatan dunia, dengan cara membangun transparansi yang lebih besar. Dalam hal ini dengan mengedepankan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers sebagai hal yang penting.''
Dalai Lama memimpin pemerintahnya dari kota Dharamsala di India sejak dia melarikan diri dari Tibet pada tahun 1959 setelah terjadi pemberontakan anti-Cina.





























