Blogger harus bayar kompensasi ke menteri Malaysia

Sejumlah blogger dituding aparat Malaysia mencemarkan citra pemerintah
Keterangan gambar, Sejumlah blogger dituding aparat Malaysia telah mencemarkan citra pemerintah

Seorang blogger Malaysia diharuskan diminta bayar kompensasi 400.000 ringgit kepada seorang menteri atas artikel yang dianggap memfitnah si pejabat.

Mahkamah Tinggi di Kuala Lumpur hari Selasa (19/07) menyatakan blogger Amizudin Ahmat mencemarkan nama baik Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Rais Yatim dengan tulisan yang secara tersirat menyatakan Rais memperkosa pembantu rumah tangganya.

Selain gantirugi 400.000 ringgit (lebih dari Rp 1,1 miliar), Amizudin juga diharuskan membayar biaya perkara 100.000 ringgit.

Menurut kantor berita Associated Press, Rais Yatim, 69 tahun, adalah pejabat tinggi pertama di Malaysia yang menggugat blogger.

Pihak berwenang Malaysia sering menuduh blog yang ditulis orang-orang yang memiliki kaitan dengan oposisi menyebarkan kebohongan untuk mencermakan citra pemerintah.

Laporan bocor

Dalam amar putusannya, Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Zabariah Yusof menyimpulkan Amizudin Ahmat mencemarkan nama baik Rais dalam blognya bulan Desember yang memampangkan foto sang menteri di samping artikel tentang spekulasi bahwa seorang anggota kabinet Malaysia telah memperkosa seorang pembantu rumah tangga dari Indonesia.

Zabariah menyatakan Amizuddin telah bertindak ''ceroboh'', sebab tuduhan perkosaan itu bisa saja menghancurkan reputrasi Rais Yatim.

peta Malaysia

Rais menyebut putusan hakim ''tonggak sejarah dalam penegakan keadilan'', lapor kantor berita nasional Malaysia, Bernama.

Si tergugat, Amizudin adalah anggota Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dimotori oleh tokoh oposisi Anwar Ibrahim.

Ketika menanggapi putusan hakim, Amizudin terkesan tidak gentar dengan menulis ''perjuangan akan berlanjut'' dalam blognya yang ditulis dalam bahasa Melayu.

Namun, salah seorang pengacaranya, Puspawati Rosman, menyatakan mereka belum memutuskan apakah akan mengajukan banding terhadap putusan hakim.

Dalam pembelaan untuk kliennya, tim pengacara mengatakan Amizudin bukanlah penulis artikel tersebut. Menurut mereka, tulisan tersebut bersumber dari situs berita internet milik kelompok oposisi dan Amizudin menambahkan foto Rais.

Tuduhan perkosaan itu mula-mula dimuat dalam laporan internal sebuah LSM hak pekerja Indonesia, yang mewawancari si pembantu rumah pada tahun 2007 sebelum pulang ke Indonesia.

Isi laporan itu tersebar di internet, tapi TKW yang bersangkutan tahun ini belakangan membantah dirinya diperkosa, lapor kantor berita Associated Press.

Beberapa blog yang terkait dengan kubu oposisi Malaysia menuding perkara tersebut mula-mula ditutup-tutupi oleh pemerintah Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi yang berkuasa saat itu dan meletakkan jabatan pada tahun 2009. Para pejabat pemerintah Malaysia sudah membantah tuduhan tersebut.

Sebagai menteri penerangan, Rais sudah sering memperingatkan warga Malaysia agar berhati-hati ketika menulis di internet.

Dalam satu tahun terakhir, pemerintah Malaysia telah menahan atau mendakwa lebih dari sepuluh orang yang membuat pernyataan lewat situs jejaring sosial Facebook dan blog-blog yang dituding menyinggung keluarga kerajaan Malaysia atau menyulut ketegangan antarkelompok agama.