Cina tidak tolerir separatis Tibet

Xi Jinping
Keterangan gambar, Xi Jinping akan menjadi Presiden Cina di tahun 2013 gantikan Hu Jintao.

Xi Jinping, yang diyakini akan menggantikan Hu Jintao menyatakan akan menghancurkan upaya pemberontakan Tibet.

Xi Jinping, akan menggantikan Presidedn Hu Jintao pada tahun 2013 mengatakan hal tersebut dalam sebuah perjalanan di Lhasa untuk merayakan 60 tahun komunis mengambil alih Tibet.

Pengamat mengatakan pidato Xi ini sepertinya tidak membelokan kebijakan para pendahulunya.

Selama ini Beijing sangat keras tehadap sesuatu yang terkait dengan Dalai Lama, dengan menyebutnya sebagai ''pemberontak''.

Akhir pekan lalu, Beijing mengecam keputusan Presiden AS Barack Obama menemui pemimpin spiritual Tibet tersebut.

Bagian dari Cina

Xi Jinping yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden, menyampaikan pidato di depan Istana Potala, yang merupakan kursi tradisional Dalai Lama.

Dalam kesempatan itu dia kembali menegaskan kalau Beijing tidak akan segan dalam setiap hal terkait dengan Dalai Lama.

''Kami akan menghabisi aktifitas pemberontakan kelompok Dalai Lama dan menghancurkan setiap rencana untuk mengganggu stabilitas Tibet dan mengancam persatuan nasional,'' tegasnya.

''Pembangunan luar biasa di Tibet selama 60 tahun menunjukan sebuah kebenaran yang tidak dapat dibantah, tanpa Partai Komunis Cina, tidak akan ada Cina baru, tida ada Tibet baru.''

Pemerintahan komunis menyatakan Tibet selalu menjadi bagian dari Cina, dan sudah menjadi kebijakan mereka untuk membangun perekonomian di kawasan miskin.

Tetapi banyak warga Tibet yang menuduh Beijing melarang kebebasan berbicara, menekan agama dan kebudayaan mereka, dan mendorong banyak warga Cina Han ke Tibet.

Dalai Lama yang mengungsi ke India pada tahun 1959, beberapa kali menyatakan kalau dia menginginkan kebebasan bagi Tibet, bukan sepenuhnya kemerdekaan.