Suu Kyi akan bertemu pejabat Burma

Aung San Suu Kyi telah menjalani tahanan rumah selama hampir 15 tahun.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi telah menjalani tahanan rumah selama hampir 15 tahun.

Pemimpin oposisi pro demokrasi Burma, Aung San Suu Kyi untuk pertama kalinya akan mengadakan pembicaraan resmi dengan pejabat pemerintahan sipil Burma yang didukung militer.

Dijadwalkan Suu Kyi akan bertemu dengan menteri tenaga kerja, Aung Kyi namun belum diketahui rincian agenda pertemuan bersejarah itu.

Sebenarnya, Suu Kyi sudah beberapa kali bertemu dengan Aung Kyi, saat berstatus tahanan rumah sebelum dibebaskan pada November tahun lalu.

Meski dibebaskan dari tahanan rumahnya, Aung San Suu Kyi dilarang turut serta dalam pemilu yang digelar pada bulan yang sama.

Wartawan BBC di Asia Tenggara, Rachel Harvey, melaporkan nilai pertemuan ini adalah pada waktu digelarnya pertemuan tersebut.

Pertemuan ini terjadi hanya kurang dari sebulan setelah pemeirntah Burma memperingatkan Suu Kyi untuk menghentikan seluruh kegiatan politiknya.

Seruan AS

Pertemuan Suu Kyi dan pemerintah Burma ini bocor setelah Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyerukan kepada pemerintah Burma untuk menghasilkan kemajuan yang konkrit.

Rincian pertemuan Suu Kyi dan pejabat pemerintah ini belum diketahui. Namun, kata Rachel Harvey, pertemuan ini akan terfokus pada bagaimana pemerintah Burma menilai kebebasan Suu Kyi di masa mendatang.

Selain pertemuan ini, Suu Kyi sempat mengatakan segera melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk bertemu dengan pendukungnya.

Namun, surat kabar pemerintah memepringatkan Suu Kyi bahwa niatnya itu akan menyebabkan berbagai kerusuhan dan ketegangan.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi sebenarnya memenangkan pemilu tahun 1990. Namun, junta militer yang berkuasa saat itu tak mengakui kemenangan Suu Kyi.

Dan dalam pemilu November 2010, partai politik yang didukung militer memenangkan mayoritas kursi hasil pemilu.

Para jenderal mengatakan Burma tengah menjalani transisi menuju demokrasi. Namun, kelompok oposisi dan negara-negara barat menilai pemilu Burma penuh kecurangan.