Israel lancarkan serangan udara ke Jalur Gaza

Sumber gambar, Reuters
Israel melancarkan sejumlah serangan udara di Jalur Gaza, Kamis subuh, sebagai reaksi atas roket yang ditembakkan oleh militan Palestina.
Militer Israel mengatakan sedikitnya dua roket mendarat di daerah terbuka di dekat kota Qiryat Gat dan Ashqelon pada hari Rabu (03/08).
Namun diilaporkan tidak ada korban jatuh dalam insiden perbatasan terbaru itu.
Dalam pernyataanya, militer Israel menyebutkan bahwa sasaran dari serangan udara itu adalah yang disebut sebagai 'aktifitas teror' di Gaza utara dan terowongan di perbatasan dengan Mesir yang menjadi saluran masuknya barang-barang seludupan ke Gaza.
Sejumlah bangunan rusak akibat serangan walau tidak ada korban jiwa maupun yang luka.
Pekan lalu penembakan mortir dan roket dari Jalur Gaza meningkat setelah masa yang relatif tenang selama berbulan-bulan.
Gencatan senjata
Eskalasi kekerasan besar terakhir terjadi April ketika sebuah bus sekolah Israel terkena rudal yang ditembakkan dari wilayah Palestina.
Israel menanggapi serangan tersebut dengan serangkaian serangan udara yang menewaskan sedikitnya 19 warga Palestina, yang merupakan korban terbesar sejak serangan Israel atas Gaza pada akhir 2008.
Sejak saat itu, seperti dilaporkan wartawan BBC di Jerusalam, Wyre Davis, baik Israel maupun Palestina masih berupaya untuk menahan diri sebisa mungkin demi mempertahankan gencatan senjata tidak resmi.
Pertengahan Juli, Perdana Menteri pemerintah pimpinan Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniyah, menyerukan agar semua kelompok militan menghentikan serangan roket ke Israel.
Bulan April Hamas menyetujui gencatan senjata tak resmi dengan Israel.
Dan masih belum bisa dipastikan apakah meningkatnya kekerasan dalam sepekan belakangan ini akan menjadi awal dari eskalasi kekerasan baru atau masing-masing pihak tetap berupaya menahan diri.





























