Deir al-Zour diserang kembali

Sumber gambar, none
Serangan militer Suriah kepada kota Deir al-Zour di timur memasuki hari kedua sementara terjadi peningkatan tekanan terhadap President Bashar al-Assad.
Pegiat dan penduduk mengatakan ledakan dan tembakan terus berlanjut hari Senin (8/8) dan pasukan yang didukung tank kembali memasuki kota dari bagian timur.
Paling tidak 50 orang tewas hari Minggu saat militer melakukan serangan menjelang dini hari.
Sementara itu Raja Arab Saudi Abdullah mengatakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa sipil Suriah tidak bisa diterima.
Dia mengatakan pemerintahan Assad harus menerapkan reformasi nyata dan menghentikan "mesin pembunuh".
Tank dan kendaraan lapis baja
Hari Senin, Koordinasi Setempat, kelompok pegiat yang mengumpulkan dan mengorganisir unjuk rasa mengatakan senapan mesin dan tembakan artileri kembali terdengar di Deir al-Zour.
Mohammed, salah satu penduduk mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kendaraan lapis baja menembaki daerah al-Hawiqa dengan senjata 76 mm.
Daerah al-Joura di sungai Efrat juga diserang sehingga ribuan penduduk di kedua tempat melarikan diri, katanya.
"Rumah sakit swasta ditutup dan penduduk takut mengirimkan korban terluka ke fasilitas pemerintah karena terdapat polisi rahasia di tempat tersebut," tambahnya.
Serangan terhadap Deir al-Zour, sekitar 450 km timur Damaskus, dimulai saat Subuh hari Minggu. Sejumlah tank dan kendaraan lapis baja memasuki beberapa bagian kota.
Penduduk al-Joura mengatakan penembak jitu berada di atap sejumlah gedung. Mereka juga melaporkan para tentara yang lebih suka membelot daripada menembak warga sipil.





























