Tank Suriah serang kota Deir al-Zour

Sumber gambar, dpn
Militer Suriah meluncurkan serangan sebelum dini hari terhadap kota Deir al-Zour, kota terbesar di bagian timur dan pusat kerusuhan, kata para pegiat hak asasi manusia.
Rami Abdel Rahman dari Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan sejumlah tank dan kendaraan lapis baja memasuki beberapa daerah kota itu.
Pegiat lain mengatakan terjadi penembakan dan "ledakan sangat kuat".
Sebelumnya, sekretaris jenderal PBB mengatakan kepada Presiden Bashar al-Assad untuk berhenti menggunakan tentara saat menghadapi pengunjuk rasa sipil.
Lewat pembicaraan telefon hari Sabtu, Ban Ki-moon "menyatakan kekhawatiran mendalam dirinya dan dunia terhadap peningkatan kekerasan dan korban tewas di Suriah dalam beberapa hari terakhir," kata juru bicaranya.
Pembicaraan ini untuk pertama kalinya dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. PBB mengatakan Assad menolak menerima telefon sekjen.
Pegiat mengatakan paling tidak 1.650 warga sipil tewas dan puluhan ribu orang ditahan sejak kerusuhan mulai terjadi pada permulaan bulan Maret.
Tembakan dimana-mana
Pegiat mengatakan pemboman Deir al-Zour, sekitar 450 km arah timur Damaskus, dimulai Minggu dini hari. Sejumlah tank dan kendaraan lapis baja memasuki berbagai tempat di kota tersebut. Suara ledakan kuat dan senapan mesin terdengar.
"Tembakan terdengar di berbagai tempat," kata Abdel Rahman kepada kantor berita AFP.
Mereka mengatakan penduduk tidak dapat melarikan diri karena pasukan berada dimana-mana, tetapi sejumlah tentara lainnya melakukan pembelotan bukannya menembak penduduk.
Sampai sejauh ini belum didapat laporan korban.
Permulaan minggu ini, penduduk melaporkan peningkatan jumlah tentara dan tank yang mereka katakan akan memecah wilayah kota menjadi daerah-daerah kecil.





























