Libia: NATO menewaskan 85 orang

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Libia menuduh pasukan NATO menewaskan 85 warga sipil dalam serangan terhadap satu desa di Libia barat hari Senin (8/8).
Pemerintah Kolonel Gaddafi mengatakan desa Majar, di selatan kota Zliten, dibom agar pemberontak bisa memasuki kawasan tersebut.
"Mereka (pasukan NATO) tidak bisa membedakan antara tentara, anak-anak, dan orang-orang tua," kata Abdulkader al-Hawali, seorang mahasiswa kedokteran di dekat lokasi kejadi kepada kantor berita Reuters.
Juru bicara pemerintah Libia kepada para wartawan di Tripoli, hari Selasa (9/8) menjelaskan korban mencakup 33 anak-anak, 32 wanita, dan 20 pria.
Kelompok pemberontak mencoba menguasai kota tersebut sejak merebut kota pelabuhan Misrata.
NATO mengatakan sasaran serangan mereka adalah fasilitas militer dan tidak bisa memastikan apakah jatuh korban di kalangan sipil pada tahap ini.
"Sasaran kami jelas adalah fasilitas militer," kata Kolonel Roland Lavoie, juru bicara NATO.
Fasilitas militer
"Di sana ada dua bangunan besar yang ditempati pasukan pemerintah Gaddafi. Terdapat pula tenda-tenda dan akomodasi sementara."
"Informasi intelijen yang kami dapat adalah ini fasilitas militer dan karenanya kami tidak memperkirakan akan ada korban dari warga sipil," kata Lavoie.
Pemerintah Gaddafi memberlakukan masa berkabung selama tiga hari untuk menghormati para korban, demikian laporan televisi pemerintah.
Beberapa kalangan mengatakan serangan yang menimbulkan korban besar di kalangan warga sipil bisa mengurangi dukungan bagi operasi NATO di Libia yang ditujukan untuk menurunkan Gaddafi dari kekuasaan.
Terkait dengan pengeboman terhadap pemancar televisi bulan lalu NATO mengatakan pengeboman tersebut berhasil mengurangi daya siar televisi pemerintah memicu kekerasan terhadap warga sipil.
Sebelumnya organisasi kebudayaan PBB (UNESCO) dan organisasi wartawan internasional mengecam langkah NATO menyerang pemancar televisi.





























