Pemimpin pemberontak Libia bubarkan kabinet

Sumber gambar, Reuters
Pemimpin pemberontak Libia, Mustafa Abdel Jalil, membubarkan komite eksekutif yang selama ini berfungsi sebagai kabinet.
Langkah ini dilakukan sebagai reaksi atas pembunuhan pemimpin militer pemberontak Abdel Fattah Younes pekan lalu, seperti disampaikan oleh juru bicara mereka.
Sejumlah anggota pemberontak menuduh pembunuhan dilakukan oleh sekutu faksi Islam.
Abdel-Hafiz Ghoga kepada al-Jazeera, mengakui masih ada kekurangan anggota Badan Transisi Nasional NTC dalam menangani peristiwa itu
The Associated Press mengutip anggota NTC Fathi Turbel yang mengatakan perombakan kabinet dibutuhkan karena ketidakmampuan militer, keamanan dan media dalam kasus tewasnya Jenderal Younes.
Juru bicara Shamsiddin Abdulmolah kepada Reuters mengatakan pergantian anggota kabinet ini untuk mematangkan revolusi dan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
"Ini hal yang sehat. NTC tetap merupakan otoritas tertinggi," kata dia.
Perdana Menteri Mahmoud Jibril telah diminta untuk masuk dalam kabinet baru. Anggota Badan mengatakan sejumlah menteri dapat kembali dipanggil.
Jenderal Younes bergabung dengan pemberontak sejak Februari lalu setelah mengabdi kepada pemimpin Libia, sejak kudeta 1969, yang mengantarkan Kolonel Muammar Gaddafi berkuasa.
Mayatnya dan dua ajudannya ditemukan di daerah pinggiran di Benghazi pada 28 Juli.
Banyak informasi yang berkembang seputar penyebab kematiannya, tetapi anggota sukunya telah meminta penyelidikan terhadap kasus itu.
Sejumlah pendukungnya mengatakan dia dibunuh oleh Brigade Obaida Ibn Jarrah, sebuah kelompok milisi Islam yang bersekutu dengan NTC, sementara pemberontak yang lain mengatakan Jenderal Younes dibunuh oleh pasukan Gaddafi.
Pembunuhan itu memicu perpecahan di pimpinan pemberontak.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan domestik dan internasional, pemberontak tidak siap untuk memimpin Libia, jika mereka dapat mengalahkan Kolonel Gaddafi.





























