AS tuduh Pakistan memberi Cina akses atas puing Black Hawk

Pakistan kemungkinan mengizinkan militer Cina memeriksa helikopter Amerika Serikat yang tak bisa dideteksi, yang jatuh saat melakukan operasi penyerbuan atas Osama bin Laden.
Beberapa pejabat Amerika Serikat mengatakan ada bukti bahwa Pakistan mengundang insinyur militer Cina ke lokasi di Abbottabad hanya beberapa hari setelah penyerbuan.
Seorang sumber yang dikutip harian The Financial Times terbitan London menyebutkan informasi tentang kunjungan Cina itu.
"Amerika Serikat kini memiliki informasi bahwa Pakistan, khususnya ISI (Dinas Intelelijen Pakistan), memberi akses kepada militer Cina terhadap helikopter yang jatuh di Abbottabad," seperti ditulis Financial Times.
Disebutkan bahwa seorang insinyur Cina -yang diizinkan untuk meneliti puing-puing Black Hawk- juga mengambil sampel 'kulit' dari pesawat yang memungkinkan pasukan khusus Navy Seals memasuki Pakistan tanpa berhasil dideteksi radar.
Financial Times dan New York Times mengutip pejabat intelijen Amerika Serikat yang yakin kunjungan insinyur Cina terjadi walau NYT mengutip bahwa sumber mereka tidak memiliki bukti nyata tentang hal tersebut.
Salah seorang sumber menyebutkan keyakinan Amerika Serikat didasarkan pada penyadapan percakapan telepon tentang pejabat Pakistan yang membahas undangan agar Cina mengunjungi tempat kecelakaan.
Bantahan Pakistan
Helikopter Black Hawk itu sudah diledakkan oleh Navy Seals setelah jatuh namun bagian ekornya masuh utuh.
Tak lama setelah kecelakaan, Amerika Serikat meminta Pakistan agar tidak membolehkan siapapun melihat reruntuhan pesawat.
Dua pekan setelah kecelakaan, bagian ekor yang masih utuh tadi dibawa ke Amerika Serikat, menyusul kunjungan Senator John Kerry ke Pakistan.
Serangan tanggal 2 Mei ke Abbottabad dilakukan secara diam-diam dan membuat hubungan Amerika Serikat dan Pakistan tegang.
Washington dan Islamabad merupakan sekutu dalam memerangi Taliban dan al-Qaeda di kawasan Pakistan, namun belakangan terlibat dalam tindakan saling balas walau keduanya berupaya untuk mencegah putusnya hubungan.
Pada sisi lain, Pakistan menjalin hubungan baik dengan Cina, yang merupakan investor utama dalam sektor telekomunikasi, pelabuhan, dan prasarana lain di Pakistan.
Baik Pakistan maupun Cina membantah laporan-laporan tersebut.
"Itu cuma spekulasi. Semuanya tidak benar. Puing-puing sudah diserahkan kembali. Tidak ada helikopter yang tertinggal," kata seorang pejabat senior keamanan Pakistan kepada kantor berita AFP.





























