Korban tewas di Suriah meningkat

Sumber gambar, AP
Setidaknya 20 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat tembakan militer dan polisi ke arah para demonstran anti-pemerintah.
Aktivis mengatakan sebagian besar korban tewas berada di Provinsi Deraa bagian selatan, tetapi dilaporkan penembakan juga terjadi di Homs.
Kamis lalu, pemimpin AS mengeluarkan pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk turun.
Sebelumnya, Assad mengatakan kepada PBB bahwa operasi polisi dan militer terhadap masyarakat sipil telah dihentikan.
Rusia menolak seruan AS agar Presiden Assad turun dan mengatakan dia seharusnya diberi kesempatan untuk menjalankan reformasi.
Sebelumnya, Presiden Assad menjanjikan untuk melakukan reformasi politik tetapi melanjutkan serangan terhadap para demonstran dan menyebut mereka sebegai 'kelompok teroris'.
Sementara itu, Utusan Suriah di PBB menuduh AS mencoba untuk menghasut pemberontak.
Bashar Ja'afari mengatakan AS "melancarkan perang kemanusiaan dan diplomatik" melawan Suriah, bersama dengan sejumlah anggota Dewan Keamanan PBB.
Sanksi Uni Eropa
Sementara itu, Uni Eropa bersiap untuk memperpanjang sanksi terhadap Suriah dengan sasaran sektor minyak, kata seorang pejabat.
"Proposal tengah dipersiapkan untuk mengembargo impor minyak mentah Suriah ke Uni Eropa," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Baroness (Catherine) Ashton.
Negara-negara Eropa merupakan tujuan ekspor terbesar minyak mentah Suriah.
Lima institusi dan 15 individu akan dimasukan dalam daftar sanksi, berupa larangan bepergian dan pembekuan aset.
Reuters melaporkan, sanksi lebih lanjut kemungkinan akan diberlakukan di sektor komunikasi dan perbankan. Sebelumnya AS memberikan sanksi berupa larangan terhadap perusahaan komunikasi dan perbankan untuk mengakses sistem di AS.
Organisasi HAM menyebutkan sekitar 2.000 orang tewas dan ribuan lainnya ditahan serangan militer dan polisi kepada demonstran yang mengkritik pemerintah di sejumlah wilayah di Suriah.
PBB mengatakan telah mengantongi ijin untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah pada Sabtu lalu, dan dijamin akan mendapatkan akses penuh, seperti disebutkan dalam percakapan antara Sekjen PBB Ban-Ki moon dan Presiden Assad, Rabu lalu.





























