Gaddafi dihargai US$1,7 juta

Gaddafi

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Gaddafi dihargai Rp14 miliar dalam keadaan hidup atau mati.

Pasukan perlawanan Libia mengumumkan akan memberikan pengampunan dan hadiah sebesar US$1,7 juta atau sekitar Rp14 miliar bagi orang lingkaran Muammar Gaddafi yang berhasil menangkap atau membunuhnya.

Pengumuman ini disampaikan Kepala Komisi Transisi Nasional (NTC), Mustafa Abdel Jalil dari kawasan timur kota Benghazi.

''Pasukan Gaddafi dan kawanannya tidak akan berhenti melawan sampai Gaddafi tertangkap atau terbunuh,'' katanya.

Dia menambahkan NTC mendapat dukungan dari sekelompok pengusaha yang akan membayar uang sebesar US$1,7 juta bagi Gadafi, ''dalam keadaan hidup atau mati''.

Hingga saat ini keberadaan Gaddafi sendiri belum diketahui, meski pasukan perlawanan memperkirakan dia masih atau berada di sekitar Tripoli.

Insentif besar

Juru bicara kelompok perlawanan Guma el-Gamaty kepada BBC mengatakan, semuah pihak yang berada di lingkaran Gaddafi ''terlibat bersamanya dalam kejahatan atas kemanusiaan dan kejahatan atas warga Libia''.

"Sekarang dengan adanya tawaran tersebut, ini akan menjadi insentif psikologis yang sangat besar bagi mereka. Jika mereka tidak mau ikut bersamanya dan menyelamat diri sendiri, mereka akan kebal dari tuntutan jika mereka menyerahkannya atau membunuhnya,'' katanya.

Pemimpin pasukan perlawanan juga menawarkan Gaddafi tempat yang aman di luar negeri, jika dia meninggalkan kepemimpinannya.

Tetapi Gamaty mengatakan hal itu mungkin tipis terjadi.

"Saya rasa, Gaddfi akan memilih untuk mati atau tertangkap ketimbang melakukan itu,'' katanya.

Pergerakan taktis

libyan rebels

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kelompok perlawanan masih berupaya merebut dua kota tersisa.

Pertempuran masih berlangsung di ibukota, tempat dimana pasukan Gaddafi masih bertahan.

Pemimpin pasukan perlawanan dalam pesan suaranya menyatakan akan tetap bertempur hingga menang atau menjadi martir.

Meski ribuan pejuang pasukan perlawanan menggempur basis Gaddafi, Bab al-Aziziya di Tripoli sejak Selasa (23/08), tetapi masih ada perlawanan sengit dari pasukan loyalis bersenjata.

Gaddafi diyakini juga masih menguasai dua kota lainnya di Sirte, tempat kelahirannya di kota pesisir pantai, termasuk Sabha, kota penting lainnya di Libia selatan.

Juru bicara kelompok perlawanan mengatakan negosiasi tengah dilakukan dengan pemimpin kota setempat untuk mengakhiri konflik dengan cara damai.

NTC memperkirakan sekitar 400 orang tewas dan ribuan lainnya terluka dalam pertempuran di Tripoli sejak Minggu silam.

Sebelumnya, Kolonel Gaddafi dalam pesan suara mengatakan dia meninggalkan Bab al-Aziziya sebagai pergerakan taktis.

Dia mengatakan dia ''sedikit keluar dari Tripoli secara rahasia, tanpa terlihat''.

Menteri Luar Negeri Libia Abdul Ati al-Obeidi kepada saluran berita Channel 4 Inggris mengatakan sepertinya Gaddafi kehabisan semua opsi, termasuk pergi ke luar negeri, dan kepemimpinannya ''telah berakhir''.

Dan wakil kepala intelejen Libia, Jenderal Khalifa Mohammed Ali, mengumumkan pembelotannya dari Gaddafi kepada kelompok perlawanan dalam sebuah wawancara dengan saluran al-Arabiya TV.

Sementara itu, kepala kabinet NTC, Mahmoud Jibril, mengatakan pihaknya membutuhkan dana bantuan sebesar US$2,5 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk menggaji karyawan dan pembiayaan bantuan kemanusiaan, dan dalam waktu yang lebih panjang membutuhkan biaya lagi untuk memperbaiki infrastruktur kilang minyak Libia.

NTC juga berencana memindahkan kantor pusatnya dari Benghazi ke Tripoli, tetapi dengan masih adanya perlawanan dari pasukan loyalis Gaddafi, kepindahan itu sepertinya akan ditunda paling cepat minggu depan.