Turki bantu Mesir di masa transisi demokrasi

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan termasuk tokoh populer di mata dunia Arab

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan siap memberikan dukungan kepada Mesir dalam transisi menuju demokrasi.

Erdogan diperkirakan akan memberikan rinciannya selama pidato di depan pertemuan Liga Arab hari Selasa (13/9).

Mesir merupakan negara pertama yang dia kunjungi ke Afrika Utara setelah kawasan itu mengalami perubahan politik.

Kemudian dia akan berkunjung ke Tunisia dan Libia.

Wartawan BBC Jonathan Head mengatakan Erdogan merupakan tokoh populer di dunia Arab karena sikap kerasnya terhadap Israel.

Kunjungan Erdogan ke Mesir berlangsung di tengah memburuknya hubungan Turki dengan Israel sejak kapal bantuan ke Gaza Mei tahun lalu diserbu tentara komando Israel.

Sembilan pegiat Turki tewas selam penyerbuan itu.

Israel menolak meminta maaf dan mengatakan tentaranya bertindak untuk membela diri.

Inspirasi

Wartawan BBC menyebutkan besarnya delegasi perdana menteri dengan lebih 200 orang sepadan dengan ambisinya dalam perubahan di Timur Tengah.

Erdogan diperkirakan akan menawarkan bantuan praktis dalam bentuk perdagangan, investasi, dan keuangan untuk ekonomi Mesir.

PM Turki akan berbagi inspirasi mengenai transisi menuju demokrasi dengan mitranya di Mesir.

Erdogan dijadwalkan juga berpidato di Universitas Kairo.

"Kunjungan ini penting," ujar Mohammad Adel, anggota gerakan 6 April yang menggulingkan Presiden Husni Mubarak bulan Februari.

"Kami perlu menjaga hubungan dengan Turki dan semua negara yang ingin membantu dunia Arab dan memanfaatkan situasi ini untuk menciptakan barisan politik yang lebih kuat dari negara-negara Arab dalam menghadapi Israel," lanjut Mohammad.