Presiden Turki mensahkan pimpinan militer baru

Presiden Turki, Abdullah Gul, dan pimpinan militer Turki

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Turki, Abdullah Gul, mensahkan penunjukaan empat pimpinan militer tingginya.

Presiden Turki, Abdullah Gul, menerima penunjukan empat pimpinan tinggi militer negara itu setelah pengunduran diri pendahulunya pekan lalu.

Seperti yang sudah diperkirakan, Jenderal Necdet Ozel menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata.

Untuk pertama kalinya, pemerintah sipil Turki memutuskan pimpinan komando tertinggi angkatan bersenjatanya.

Jenderal Ozel diangkat sebaga Kepala Staf Angkatan Darat pekan lalu dan hal itu dilihat sebagai persiapan untuk promosi menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Tradisi di Turki selama ini adalah adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata berasal dari pimpinan tertinggi angkatan darat.

KSAD yang baru adalah Jenderal Hayri Kivrikoglu, sementara Laksanama Emin Murat Bilgel sebagai KSAL dan pimpinan AU dipegang oleh Jenderal Mehmet Erten.

Motif politik?

Jenderal Isik Kosaner

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jenderal Isik Kosaner mengundurkan diri pekan lalu bersama tiga kepala angkatan.

Empat pimpinan puncak militer Turki mengundurkan diri pekan lalu, yang dilihat sebagai upaya protes atas penangkapan sejumlah perwira tinggi yang dituduh terlibat komplotan yang ingin menjatuhkan pemerintah.

Pekan lalu, Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal , dan kepala staf tiga angkatan mengundurkan diri setelah pengadilan 22 tersangka, termasuk beberapa jenderal dan perwira lainnya.

Wartawan BBC di Turki, Jonathan Head, melaporkan PM Recep Tayyip Erdogan, memanfaatkan pengunduran diri tersebut untuk mempromosikan para perwira yang bersedia menerima supremasi pemerintahan sipil.

Ketegangan antara pemerintahan pimpinan Erdogan dan militer memuncak setelah terungkap kelompok yang disebut ingin menggulingkan pemerintah.

Sebanyak 250 aparat militer sudah didakwa, termasuk diantaranya 14 jenderal dan laksamana.

Pihak militer menegaskan dakwaan itu bermotif politik dan mereka sudah ditahan terlalu lama untuk menunggu pengadilannya.